Hotel-hotel di Pasuruan Terancam Bangkrut Jika PPKM Kembali Diperpanjang

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 07 Agu 2021 10:22 WIB
Hotel Senyiur pasuruan
Salah satu hotel di Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan -

Kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat menjadi pukulan telak bagi hotel-hotel di Pasuruan. Pendapatan hotel terjun bebas karena tak ada tamu.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Pasuruan, Fuji Subagyo, mengatakan jika pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kembali diperpanjang, hotel-hotel bisa bangkrut.

"Kami berharap cukup sampai tanggal 9 Agustus, nggak diperpanjang lagi. Kalau diperpanjang bahaya, ludes. Semakin terpuruk kita," kata Fuji, Sabtu (7/8/2021).

Fuji mengatakan selama pandemi, pendapatan hotel-hotel terjun bebas. Kondisi semakin parah selama PPKM Darurat yang dilanjutkan PPKM level 3-4.

"Rata-rata okupansi terjun hingga 90 persen. Ada beberapa yang lebih buruk," terang Fuji.

Fuji membeberkan Hotel Inna Tretes misalnya maksimal kamar yang dipesan 11 unit, Hotel Taman Dayu 14 unit, Hotel Surya 14 unit dan Hotel Senyiur bahkan hanya 3 unit.

"Itu nggak tiap hari. Itu kebetulan saja ada even," imbuh Fuji.

Menurut pria yang juga HRD Hotel Senyiur ini, hotel-hotel selama ini sudah mematuhi pemerintah menerapkan protokol kesehatan ketat. Sebagian karyawan work from office (WFO), sebagian lagi work from home (WFH), sesuai ketentuan. Namun karena pembatasan, okupansi tetap sangat rendah.

"Sudah banyak restoran yang merumahkan karyawan. Kalau hotel rata-rata dipertahankan. Nggak tahu juga kalau PPKM diperpanjang," pungkasnya.

(fat/fat)