Susah Tidur Saat Pandemi karena Coronasomnia, Apa Itu?

Esti Widiyana - detikNews
Sabtu, 07 Agu 2021 11:00 WIB
Woman visiting male patient in hospital ward. Female is sitting by man lying on bed. They are at hospital during COVID-19 epidemic.
Foto: Getty Images/Morsa Images
Surabaya -

Saat seseorang terpapar COVID-19 tubuh biasanya mengalami gejala demam, flu, batuk, hingga sesak nafas. Tidur pun juga turut terganggu. Saat seseorang susah tidur itulah terjadi Coronasomnia atau Covidsomnia. Apa itu Coronasomnia atau Covidsomnia?

Dokter spesialis kejiwaan dari RSU dr Soetomo, dr Yunias Setiawati SpKJ, menjelaskan insomnia adalah gangguan tidur. Tetapi jika Coronasomnia atau Covidsomnia yakni gangguan tidur karena tekanan pada situasi pandemi COVID-19.

"Coronasomnia ini gangguan tidur akibat tekanan para kondisi pandemi COVID-19 ini. Dan itu menyerang di segala usia," kata dr Yunias saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/8/2021).

Hal ini bisa terjadi karena kondisi diri sedang dalam tekanan atau cemas. Datangnya kecemasan itu bisa dari internal maupun eksternal.

"Salah satunya perubahan kehidupan yang dulunya teratur sekarang apa-apa harus lewat virtual, terutama PPKM tidak bisa bergerak. Tekanan dalam pekerjaan, perubahan tubuh, juga kehilangan orang-orang yang dicintai. Biasanya karena cemas, depresi, ketakutan. Dan paparan berita yang membuat cemas," jelasnya.

Saat orang tidur, kata Yunias, biasanya ada irama sirkadian. Tetapi, karena Corona semua menjadi cemas. Irama sirkadian atau ritme sirkadian adalah istilah yang digunakan untuk mengatur kebiasaan fisiologis atau kegiatan yang dilakukan setiap hari.

"Nah itu bisa internal dari dalam dirinya, memang orang itu pencemas atau sedang menderita Corona. Biasanya kan ada gejala long COVID-19, salah satunya tidak bisa tidur," tuturnya.

Simak juga 'Sinovac Siap Bikin Vaksin Khusus Hadapi Sejumlah Varian Corona':

[Gambas:Video 20detik]