Dinas Pemberdayaan Anak Beri Trauma Healing Korban Kekerasan Seksual di Batu

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 15:05 WIB
sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Batu
SMA SPI di Kota Batu (Foto file: Muhammad Aminudin/detikcom)
Batu -

Trauma healing akan diberikan ke korban kekerasan seksual pemilik SMA Selamat Pagi Indonesia di Kota Batu. Pendampingan melibatkan psikolog ini dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu.

Kepala DP3AP2KB Kota Batu, M Furqon MD menyatakan, trauma healing melibatkan psikolog tergabung dalam Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak atau P2TP2A.

"Karena trauma itu sulit dihilangkan, dengan melakukan trauma healing melibatkan para psikolog tergabung dalam P2TP2A," beber Furqon kepada detikcom, Jumat (6/8/2021).

Menurut Furqon, trauma healing kepada mereka juga akan diberikan untuk menghapus trauma atas peristiwa yang pernah dialami. Pihaknya juga menggandeng Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mendampingi mereka yang menjadi korban.

Kegiatan di SMA SPI, lanjut Furqon, juga tetap berjalan secara daring. Sampai kemudian nanti dugaan perbuatan asusila dilakukan JE terbukti di persidangan.

"Kegiatan di SPI tetap jalan, secara daring. Dan kita akan bertindak sampai ada putusan pengadilan," pungkasnya.

Sebelumnya, Polda Jatim melakukan gelar perkara kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pemilik sekolah SPI di Batu berinisial JE.

Gelar perkara dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim. Turut dihadirkan satu saksi korban didampingi Perlindungan Anak (PA).

Secara terpisah Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengapresiasi pihak Polda Jatim. Sebab pihaknya sudah menantikan ini selama 67 hari. Dan penetapan tersangka akhirnya terlaksana usai gelar perkara.

"Sangat luar biasa dan saya apresiasi yang sangat tinggi kepada Polda Jatim walaupun 67 hari yang kita tunggu-tunggu. Ternyata mereka punya sikap yang berkeadilan bagi korban," tutur Arist.

Simak juga video 'Stop Victim Blaming Korban Pelecehan Seksual':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)