1.000 Pelajar SMA/SMK Tulungagung Jalani Vaksinasi COVID-19

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 13:59 WIB
Seribu Pelajar SMA/SMK Tulungagung Jalani Vaksinasi COVID-19
Vaksinasi pelajar di Tulungagung (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Tulungagung -

Seribu siswa SMA dan SMK di Tulungagung mulai mendapatkan penyuntikan vaksinasi COVID-19 tahap pertama. Seribu dosis vaksin itu diberikan kepada dua sekolah negeri.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung dan Trenggalek Solikin, mengatakan alokasi seribu dosis vaksin itu diberikan SMA Negeri I Kedungwaru dan SMK Negeri 3 Boyolangu.

"Ini memang sudah diprogramkan oleh Ibu Gubernur Jatim, bahwa setiap kabupaten akan dibantu vaksin untuk seribu siswa. Di Tulungagung dibagi dua tempat dengan alokasi masing-masing 500 dosis," kata Solikin, Rabu (4/8/2021).

Menurutnya alokasi vaksin untuk pelajar ini belum mencukupi untuk mencakup kebutuhan seluruh siswa SMA dan SMK di Tulungagung. Sebab jumlah pelajar jenjang menengah atas saat ini mencapai 40 ribu siswa.

Meski demikian pihaknya optimistis pemerintah pusat akan memberikan alokasi vaksin COVID-19 secara bertahap bagi pelajar di Tulungagung, sehingga seluruhnya tervaksin.

"Ya kita menunggu dari pemerintah pusat, kebijakan pusat bagaimana," jelasnya.

Solikin menambahkan meskipun vaksinasi di sekolah baru menjangkau 1.000 siswa, namun di lapangan sebagian siswa justru tidak mendapat vaksin melalui program yang digagas oleh beberapa instansi pemerintah.

"Kemarin itu ada yang ikut vaksin di polres, ada juga yang ikut di kodim atau program dari pemerintah daerah. Jadi selain siswa ini sudah ada yang tervaksin," imbuhnya.

Menurutnya dengan percepatan pemberian vaksin bagi pelajar diharapkan akan mempermudah rencana pembelajaran tatap muka.

"Harapannya setelah ini anak-anak bisa untuk sekolah tatap muka, selama tidak PPKM serta diizinkan oleh Satgas COVID-19 Tulungagung," kata Solikin.

Dikatakan, sebelum penerapan PPKM darurat, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa di Tulungagung telah menyiapkan sejumlah skenario yang bisa diterapkan sekolah untuk pembelajaran secara tatap muka.

Namun rencana tersebut akhirnya tidak bisa diterapkan, lantaran pemerintah menerapkan PPKM darurat. "Sebetulnya sudah dirancang semua untuk tatap muka, bahkan semestinya sudah dilaksanakan tanggal 12 Juli kemarin, ternyata ada PPKM," imbuhnya.

Sementara salah seorang siswa SMAN I Kedungwaru Eka Fadil, berharap dengan vaksinasi pelajar ini seluruh pelajar bisa kembali di sekolah untuk melaksanakan pembelajaran secara luring.

"Kami belajar daring sudah hampir dua tahun. Semoga bisa sekolah lagi," kata Eka.

(fat/fat)