Makan di Warung Ini Hanya Bayar Rp 2 Ribu Saja Atau Doa

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 08:13 WIB
Tulungagung -

Pandemi COVID-19 menginsipirasi sebuah kelompok masyarakat di Tulungagung membuat warung yang menyediakan makan siang murah. Bahkan gratis untuk semua orang.

Tempat makan yang diberi nama Warung Mbok Berkah tersebut berada di Jalan KHR Abdul Fattah, Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman, Tulungagung. Di warung yang digagas komunitas sedekah subuh itu siapapun boleh mampir untuk makan siang sepuasnya, hanya dengan membayar Rp 2.000/porsi atau cukup dengan doa.

Ketua pengelola Warung Mbok Berkah Agus Mustaqiem, mengatakan tempat makan tersebut beroperasi pada jam makan siang, mulai pukul 11.00 WIB.

"Buka mulai pukul 11 sampai pukul 13.00 WIB atau sampai habis. Setiap hari kami menyediakan sekitar 100 porsi makanan," kata Agus Mustaqiem saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2021).

Menurutnya selama beroperasi, pihaknya menyiapkan aneka menu nusantara, yang gonta-ganti setiap hari. Pengelola warung juga mempersilakan siapapun untuk datang makan siang.

Mulia, Warung ini Sediakan Makan Siang Sepuasnya, Bayar Rp 2.000 Atau Doa SajaWarung ini Sediakan Makan Siang Bayar Rp 2.000/ Foto: Adhar Muttaqin

"Cukup bayar Rp 2.000 atau bayar dengan doa. Tapi pada dasarnya warung ini gratis, kami beri tarif Rp 2.000 agar masyarakat tidak malu untuk datang. Makanya kotak untuk membayar kami sembunyikan di balik pintu," ujarnya.

Agus mengaku setiap hari Warung Mbok Berkah selalu ramai didatangi masyarakat dari berbagai kalangan. Menurutnya kedatangan masyarakat tidak hanya sebatas untuk menikmati makan siang, namun juga untuk berdonasi.

"Siapapun boleh datang mau miskin atau kaya boleh datang. Warung ini bisa jadi sebagai wadah untuk orang bersedekah dan yang membutuhkan sedekah," jelasnya.

Ia menceritakan beberapa orang yang datang ke warung justru membayar dengan uang yang lebih. Hal itu diketahui saat pengelola membuka kotak pembayaran, di situ ada warga yang memasukkan lipatan uang senilai Rp 500 ribu.

"Itu kami yakin satu orang, karena 10 lembar uang Rp 50 ribuan dilipat jadi satu," imbuh Agus.