Kasus Viral Intimidasi Nakes RSUD BDH Surabaya Berakhir Damai

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 16:49 WIB
rsud bhakti dharma husada
Intimidasi yang dilakukan terhadap nakes (Foto: Tangkapan layar)
Surabaya -

Polisi buka suara terkait video viral sejumlah orang menggeruduk dan mengintimidasi tenaga kesehatan di RSUD Bhakti Darma Husada, Surabaya. Polisi menyebut insiden itu karena ada kesalahpahaman saja.

Dinkes Surabaya melaporkan ke polisi insiden sejumlah orang menggeruduk dan mengintimidasi tenaga kesehatan di RSUD Bhakti Darma Husada. Ternyata kasus itu berakhir dengan damai.

"Iya dilaporkan pada hari itu juga tanggal 26 Juli," terang Kanit Reskrim Polsek Benowo Ipda Jumeno kepada detikcom, Selasa (3/8/2021).

Usai menerima laporan itu, lanjut Jumeno, pihaknya kemudian memanggil pihak dari rumah sakit dan keluarga pasien yang meninggal setelah terpapar COVID-19.

"Kami telah panggil hari itu juga dan diketahui ada salah paham saja atas peristiwa itu," jelas Jumeno.

Menurut Jumeno, dari hasil keterangan pihak keluarga pasien, pada saat pasien meninggal sudah diketahui terpapar COVID-19 dan akhirnya meninggal. Keluarga juga sudah menerimanya.

Namun tiba-tiba sejumlah orang yang merupakan teman dari keluarga pasien kemudian salah menerima informasi dan menggeruduk rumah sakit. Bahkan dalam rekaman video yang beredar mereka juga mengintimidasi tenaga kesehatan.

"Jadi yang meninggal ini kan bibi dari Arthur. Nah si Arthur ini kan ketua paguyuban pemuda dari Ambon. Arthur ini sudah tahu bibinya meninggal karena COVID dan menerima," tutur Jumeno.

"Nah, saat Arthur ini pulang dari rumah sakit setelah mengurus jenazah bibinya, tiba-tiba teman-temannya datang ke rumah sakit dan kejadian itu. Tahu itu Arthur kemudian menegur teman-temanya itu," imbuhnya.

Lalu apakah laporan rumah sakit lanjut diproses? Jumeno mengaku tidak meneruskan, karena ada kesalahpahaman dan sudah ada permintaan maaf dari keluarga ke pihak rumah sakit khususnya tenaga kesehatan.

"Ya ndak dilanjut. Kan itu ada salah paham dan keluarga pasien juga sudah meminta maaf ke rumah sakit," kata Jumeno.

Jumeno sendiri menyayangkan, kenapa video itu beredar dan viral dengan narasi seperti itu. Sebab, kejadian itu terjadi pada tanggal 26 Juli.

"Nah itu kenapa kok viral sekarang. Kan itu dah lama. Kok beredar lagi dengan tulisan itu. Jenazah juga sudah dimakamkam secara prokes di makam Babat Jerawat blok COVID-19. Jadi kan sudah selesai dan damai," tandas Jumeno.

Sebelumnya, sejumlah orang memprotes sebuah rumah sakit di Surabaya. Mereka mengancam akan membakar rumah sakit hingga mengintimidasi nakes. Video kejadian itu viral.

Video berdurasi 2.41 menit itu memperlihatkan beberapa orang masuk ke sebuah rumah sakit. Sambil mengambil gambar, si perekam terdengar berkata sambil marah-marah.

(iwd/iwd)