Vaksin Merah Putih Unair Mulai Uji Klinis Akhir September 2021

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 11:25 WIB
Guru Besar Biomolekuler Unair Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih
Koordinator Produk Riset COVID-19 Unair, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih (Foto: Dok. pribadi)
Surabaya -

Progres vaksin Merah Putih Unair Surabaya saat ini masih diujikan pada hewan besar Makaka. Awalnya, rencana uji klinis dilakukan Agustus, namun mundur 2 minggu dan akan dilaksanakan di bulan September.

Koordinator Produk Riset COVID-19 Unair, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan pelaksanaan uji klinis akan dilakukan pada akhir September 2021. Tetapi pihaknya berharap pada pertengahan September sudah bisa dimulai.

"Kayaknya September akhir, minggu ketiga. Harapan kita pertengahan kalau mundur," kata Nyoman saat dihubungi detikcom, Minggu (1/8/2021).

Akan tetapi, kata Nyoman, semua ini merupakan rencana dari tim Unair. Meski begitu, pihaknya terus berusaha sebaik mungkin dan saling bahu membahu.

"Kalau pun mundur, ya berarti ada kondisi yang di luar jangkauan kita. Kita harus berjuang bersama-sama, supaya bisa menyelesaikan berbagai hambatan yang kita hadapi. Artinya kita melakukan sesuatu semoga bermanfaat di tengah keterbatasan yang kita miliki. Kita sadar bahwa kita keterbatasan fasilitas sarana prasarana," jelasnya.

Meski terdapat kendala, Unair tetap terus berjuang untuk menyelesaikan vaksin Merah Putih. Caranya dengan saling membantu, bahu membahu, hingga berkoordinasi dengan berbagai sumber yang bisa membantu Unair dalam menyelesaikan vaksin Merah Putih buatan dalam negeri ini.

"Misalnya monyet terbatas di IPB, ya sudah kita cari ke mana (tempat lain). Jadi tidak tinggal diam, akhirnya BKSDA jatim membantu dengan sangat cepat," ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah sangat men-support dan membantu penyelesaian vaksin Merah Putih ini. Sehingga keterbatasan dapat dilalui secara bersama.

"Bu Gubernur, Bu Khofifah juga sangat komit membantu vaksin Merah Putih platform Unair bisa segera dipercepat dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Hanya kita ada aturan-aturan yang dilewati. Aturan-aturan yang dilewati itu ada keterbatasan juga, jadi gotong royong ini bisa menjadikan masalah teratasi. Step by step," urainya.

Sebelumnya, Nyoman menyampaikan, jika pelaksanaan uji klinis ini harus mundur 2 minggu karena ketersediaan Makaka. "Sehingga uji klinis yang harusnya Agustus mundur menjadi September. Makaka insyaallah Agustus (Selesai), begitu selesai, uji klinis September," katanya.

Mundurnya uji hewan Makaka ini, jelas dia, berpengaruh pula uji klinis pada manusia. bulan Agustus tidak ada kendala pada uji hewan Makaka. Sebab, sebelum dilakukan uji, makaka terlebih dulu discreening ketat. Hal tersebut untuk diketahui, apakah hewan dari Indonesia itu terdapat penyakit penyerta atau tidak.

"Makaka juga di screening ketat, harus bebas dari penyakit-penyakit yang menyebabkan komorbid, seperti TBC dan lainnya. Jadi, Monyetnya juga di screening, tidak asal pakai monyet," pungkasnya.

Simak juga 'Alasan Tenaga Kesehatan Sebaiknya Dapat Booster Vaksin Moderna':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)