Banyuwangi Berprestasi Lewat Penggunaan Lampu Tingkatkan Produksi Buah Naga

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 21:14 WIB
Program Penggunaan Lampu Tingkatkan Produksi Buah Naga (Puting Si Naga) merupakan inovasi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyuwangi. Program itu masuk top 45 Kompetisi Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) yang digelar KemenPANRB.
Foto: Tangkapan Layar
Banyuwangi -

Program Penggunaan Lampu Tingkatkan Produksi Buah Naga (Puting Si Naga) merupakan inovasi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyuwangi. Program itu masuk top 45 Kompetisi Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) yang digelar KemenPANRB.

Inovasi Puting Si Naga adalah teknologi tepat guna penggunaan lampu di kebun buah naga pada malam hari. Berkat inovasi ini, buah naga para petani dapat menghasilkan banyak buah, sehingga petani dapat melakukan panen buah naga di luar musim atau off season.

Pengumuman terpilihnya inovasi dari Banyuwangi ini disiarkan langsung secara streaming, Kamis (29/7/2021). Dari jumlah proposal masuk 1.609 inovasi, Puting Si Naga terpilih dalam Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji KIPP 2021 Kabupaten/Kota.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik inovasi Puting Si Naga masuk top 45. Ini menjadi apresiasi bagi petani buah naga yang gigih untuk meningkatkan produksi buah naga.

"Ini ikhtiar Pemkab bersama masyarakat Banyuwangi untuk meningkatkan produksi tani buah naga. Kami berharap ini bisa menginspirasi petani buah naga lainnya sehingga produksi taninya meningkat dan mampu meningkatkan perekonomian keluarga," kata Ipuk kepada detikcom.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan, melalui Kabid Hortikultura Ilham Juanda menjelaskan terpilihnya Puting Si Naga sebagai salah satu Top Inovasi Nasional. Ini merupakan apresiasi bagi kreativitas dan inovasi petani buah naga Banyuwangi dan juga meneguhkan penghargaan Banyuwangi sebagai daerah sentra buah naga.

"Semoga penghargaan dapat memotivasi dan memberikan energi positif bagi petani Banyuwangi lainnya, untuk terus bersemangat kreativitas dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian yg mendukung kesejahteraan petani," katanya.

Ilham menambahkan, saat ini total luasan lahan buah naga Banyuwangi sebanyak 3.132 hektare. Dari luasan tersebut, terdapat 2.608 hektare yang menggunakan lampu.

Manajer PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur UP3 Banyuwangi Krisantus H Setyawan menerangkan, PT PLN men-support penuh penyediaan listrik untuk penerangan kebun buah naga ini.

"Listrik kami support keandalannya sehingga kami pastikan tetap menyala. Sejauh ini, belum pernah ada gangguan," ujar Kris, sapaan akrabnya.

Kris mengaku senang bisa membantu para petani. "Secara teknis, PLN bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi dalam melayani petani buah naga. Dengan kerja sama ini, PLN bisa secara kolektif mendukung petani. Harapannya ini semakin meningkatkan perekonomian petani. Apalagi dengan lampu ini, pohon buah naga bisa berbuah di luar musim. Saat ini petani pelanggan kami sebanyak 12.743 pelanggan," tuturnya.

Dengan terpilihnya inovasi Banyuwangi di top 45, pemerintah pusat bakal memberikan apresiasi berupa DID (Dana Insentif Daerah).

(sun/sun)