Khofifah Sebut BOR Isolasi COVID-19 di Jatim Terus Menurun

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 18:06 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Khofifah (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Memasuki hari ke-26 PPKM darurat (PPKM level 3&4), kondisi BOR (Bed occupancy rate) di Jawa Timur terus menurun. BOR isolasi RS di Jatim kini 75 persen.

"BOR hari ini untuk isolasi (COVID-19) terisi 75 persen, BOR ICU, per hari ini 82 persen," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi usai pelantikan OPD Pemprov Jatim, Rabu (28/7/2021).

Khofifah menyebut, ruang-ruang isolasi yang ada di rumah sakit mulai melandai. Pada awal PPKM darurat lalu, BOR isolasi COVID-19 di Jatim sempat berada di atas 80 persen.

BOR isolasi COVID-19 di Jatim sebanyak 17.482 bed, dan terisi 13.112 pasien. Sementara BOR ICU COVID-19 di Jatim sebanyak 1.467, dan terisi 1.206 pasien.

"Kalau kita melihat sesungguhnya di isolasi-isolasi yang ada di rumah sakit, itu mulai sudah ada pelandaian. Dulu di RSU dr Soetomo, pada 3 minggu lalu kita melihat banyak pasien di selasar. Per pagi tadi, saya minta terus diupdate, di Soetomo di UGD sudah lengang," terangnya.

Menurut Khofifah, kenaikan kasus COVID-19 di Jatim saat ini, tidak berdampak langsung terhadap BOR RS. Dirinya juga meminta pasien yang isolasi mandiri, untuk pindah ke ruang isolasi terpusat.

"Jadi sekarang, antara kenaikan kasus COVID-19 di Jatim dan hunian di rumah sakit, flat aja. Sekarang bahkan melandai. Tetapi jangan bilang COVID-19 sudah selesai. Tetap waspada, dan terus melakukan mitigasi," ungkapnya.

"Pak Kapolda dan Pak Pangdam saat ini terus mengecek ruang isolasi terpusat, harapannya agar yang isoman agar pindah ke isolasi terpusat, supaya termonitor kondisinya. Ada yang mungkin butuh obat, oksigen, kalau di isolasi terpusat akan termanage, dan terkoneksi dengan RS rujukan. Seluruh koordinator isolasi terpusat harus terkoneksi dengan RS rujukan," pungkasnya.

Hingga Kamis (28/7), kasus aktif positif COVID-19 di Jatim sebanyak 54.168. Pasien COVID-19 yang sembuh sebanyak 219.220 orang. Sementara pasien COVID-19 yang meninggal dunia sebanyak 19.626 orang.

(fat/fat)