Penghinaan Kades di Trenggalek Berbuntut Amarah Pekerja Seni Jatim-Jateng

Round-Up

Penghinaan Kades di Trenggalek Berbuntut Amarah Pekerja Seni Jatim-Jateng

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 08:09 WIB
kades di trenggalek hina pekerja seni
Foto: Tangkapan Layar

Salah seorang pekerja seni, Yudho Bakiak, mengatakan ia datang bersama sejumlah perwakilan kelompok seniman dari berbagai daerah, seperti Pati, Klaten, Boyolali, Ngawi dan beberpa daerah lain.

"Saya sendiri mewakili dari Persatuan Seniman Komedi Indonesia dan Dewan Kesenian Daerah Ngawi. Ada juga dari Persatuan Musisi Artis Indonesia," kata Yudho.

Dalam pertemuan itu pihaknya menuntut Kades Bayu untuk meminta maaf secara terbuka atas pernyataan yang diunggah melalui media sosial tersebut. "Pernyataannya sudah melukai teman-teman seni di Indonesia," ujarnya.

Ia menilai unggahan yang dilakukan Bayu dinilai sangat tidak pantas, karena di dalamnya terdapat kalimat yang memperolok para pekerja seni. Para pekerja seni ini pun mengancam akan melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

Akhirnya, Bayu pun meminta maaf atas unggahannya yang kontroversi di Facebook. Permintaan maaf disampaikan Bayu saat melakukan audiensi dengan perwakilan pekerja seni dari Jawa Timur dan Jawa Tengah di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Trenggalek.

Baca juga: Kades di Trenggalek Minta Maaf soal Posting-an Hina Pekerja Seni

kades di trenggalek hina pekerja seniKades di Trenggalek (Berbaju biru dan bermasker) hina pekerja seni /Foto: Adhar Muttaqin

Dalam pernyataan yang disiarkan langsung di media sosial itu Kades Bayu mengakui jika tulisan yang viral tersebut adalah tulisan dan diunggah melalui akun pribadinya.

"Itu saya sendiri yang menulis. Dan saya menyesalinya, dan saya meminta maaf yang sebesar-besarnya," kata Bayu Indra Nurdiansyah, Selasa (27/7/2021).

Bayu berdalih tulisan kontroversial sebetulnya ditujukan bagi para pekerja seni yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Sebab menurutnya, selama penerapan PPKM darurat dia banyak mendapatkan pernyataan dari pekerja seni di daerahnya, terutama menyangkut penyelenggaraan hiburan dan hajatan.

Hal itulah kemudian melatarbelakangi Bayu untuk membuat tulisan di media sosial. Namun sayang, tulisan yang sedianya untuk mengingatkan pekerja seni agar bersabar, justru menuai kontroversi. Sebab Bayu menuliskan dengan kata-kata kasar dan terkesan menghina pekerja seni.

"Saya meminta maaf ke seluruh seniman di seluruh Indonesia atas statment saya yang ada di Facebook," imbuhnya.


(fat/fat)