Viral Jenazah COVID-19 Terlantar di Jember Dipastikan Hoaks

Yakub Mulyono - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 17:27 WIB
jenazah covid-19 di pinggir jalan jember
Viral penelantaran jenazah COVID-19 di Jember dipastikan hoaks (Foto: Tangkapan Layar)
Jember -

Sebuah video yang dinarasikan penelantaran jenazah COVID-19 di Jember viral. Narasi dalam video tersebut dipastikan hoaks.

Video berdurasi 16 detik itu menunjukkan jenazah berada di pinggir jalan bersebelahan dengan mobil ambulans desa. Sementara si perekam merekam dari dalam mobil yang sedang lewat.

Sambil mengambil gambar, si perekam memberikan narasi jika jenazah itu terlantar di pinggir jalan dan tidak segera diangkut ke dalam ambulans.

"Ini ada mayat COVID di jalan gak ada yang angkat. Ini di Jember ini. Ini bukti nyata kalau COVID. Ini lihat ini! Tidak ada yang angkat (ke dalam mobil ambulans). Bukti nyata COVID! Kalau masih gak percaya di Jember," ucap si perekam bersuara perempuan itu.

Dari informasi yang dihimpun, video tersebut viral sejak Minggu (25/7) sore. Lokasi jenazah berada di Jalan Sultan Agung. Sedangkan jenazah merupakan warga setempat, yang tinggal di Gang Babian belakang Toko Mebel Bintang. Tepatnya di Lingkungan Kampung Tengah, Kelurahan Kepatihan, Kaliwates, Jember.

jenazah covid-19 di pinggir jalan jemberViral penelantaran jenazah COVID-19 di Jember dipastikan hoaks (Foto: Tangkapan Layar)

Menanggapi video tersebut, Kepala Puskesmas Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates dr. Rumi Enggarwati mengatakan jenazah tersebut bukan tergeletak atau terlantar di pinggir jalan seperti yang dinarasikan.

"Secara kronologi jenazah itu sebenarnya tidak kita biarkan atau kita telantarkan. Karena di situ tampak ada petugas memakai hazmat kemudian ada mobil puskesmas yang siap mengangkat jenazah," ujar Rumi dalam video klarifikasinya yang dilihat detikcom, Selasa (27/7/2021).

Rumi mengatakan jenazah COVID-19 tersebut dibawa dari RS kaliwates setelah dinyatakan meninggal. Dari RS Kaliwates, jenazah dibawa pulang kembali ke rumah duka. Sampai di depan rumah duka ketika jenazah mau diturunkan, terjadi kemacetan pada brankar.

"Terjadi kemacetan pada brankar, jadi bukan dibiarkan di pingir jalan atau ditelantarakan. Karena di sana juga ada keluarga yang kemudian setelah kejadian itu langsung mengangkat jenazah ke rumah duka," kata Rumi.

Rumi menjelaskan sebelum kejadian di video tersebut, petugas kesehatan yang berada di lokasi itu awalnya menerima informasi jika ada warga yang sedang isoman kemudian sakit. Wara tersebut kemudian didatangi dan dibawa ke RS Kaliwates. Ternyata yang bersangkutan meninggal.

"Selanjutnya dibawa ke rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan meninggal dengan hasil swabnya positif," sambung Rumi.

Kemudian karena meninggal terkonfirmasi positif maka dilakukan pemulasaran jenazah dengan protokol COVID-19.

"Sebelumnya itu, orang tuanya (ibu mertua) yang meninggal. Selisih sehari, kemudian kemarin yang meninggal ibu itu (menantunya). Yang sebelumnya sempat kritis, karena keluhan sesak napas. Untuk keluarga di satu rumah itu kita lakukan monitoring, dan karena masih masa berkabung maunya isolasi mandiri," ulasnya.

"Selanjutnya kita lakukan 3T, karena adanya kasus tersebut di wilayah setempat," tandas Rumi.

(iwd/iwd)