Lagi, Pasien Kritis Meninggal Setelah Pontang-panting Ditolak 9 RS Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 10:15 WIB
Lagi, Pasien Kritis Meninggal Setelah Ditolak 9 RS di Mojokerto
Pasien pontang-panting ditolak RS di Mojokerto (Foto: Istimewa)

Selama di dalam ambulans, nyawa Ali hanya bergantung pada oksigen kemasan tabung 1 meter kubik saja. Yeti berharap adik kandungnya itu mampu bertahan sampai menemukan rumah sakit yang bersedia merawatnya. Namun, 9 rumah sakit yang ia datangi semuanya menolak merawat Ali.

Mulai dari RS Sumberglagah-Pacet, RSUD Prof dr Soekandar-Mojosari, RSI Arofah-Mojosari, RS Sido Waras-Bangsal, RS Gatoel, RSI Hasanah, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo-Kota Mojokerto, RSUD RA Basoeni-Gedeg, hingga RS Kartini-Mojosari. Sembilan rumah sakit tersebut menolak Ali dengan alasan stok oksigen menipis dan ruang perawatan penuh.

"Satu-satunya rumah sakit yang sempat mengecek kondisi adik saya hanya RS Gatoel, saat itu hanya dicek saturasinya. Rumah sakit lainnya langsung menolak tanpa melihat kondisi adik saya," jelasnya.

Yeti lantas membawa Ali kembali ke Puskesmas Pacet dengan harapan mendapatkan asupan oksigen. Karena oksigen dalam ambulans habis di tengah perjalanan kembali ke Pacet sekitar pukul 10.30 WIB. Lagi-lagi upayanya menyelamatkan nyawa adiknya menemui jalan buntu.

"Saya bawa kembali ke Puskesmas Pacet ditolak dengan alasan tak ada oksigen. Saya sempat marah-marah karena sebelum berangkat mencari rumah sakit oksigen masih ada. Saat kami kembali alasannya oksigen tidak ada. Akhirnya saya bawa pulang," ungkapnya.

Ali akhirnya meninggal dunia di rumah Yeti sekitar pukul 11.30 WIB. Ia meninggal tanpa sempat mendapatkan asupan oksigen yang diperoleh keponakannya dengan susah payah.

"Anak saya dapat pinjaman oksigen dari temannya di Kutorejo. Adik saya meninggal saat menunggu oksigen dari Kutorejo," tandas Yeti.


(fat/fat)