Pasien COVID-19 Kritis Ditolak 5 Rumah Sakit di Mojokerto, Ini Solusi Pemerintah

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 14:19 WIB
Pasien COVID-19 Ini Ditolak 5 Rumah Sakit di Mojokerto
Pasien COVID-19 di Kab Mojokerto yang kritis (Foto: Tangkapan Layar)
Mojokerto -

Seorang pasien COVID-19 di Mojokerto dalam kondisi kritis yang ditolak 5 rumah sakit, akhirnya meninggal dunia. Dinas Kesehatan pun memberi solusi masyarakat agar kasus serupa tidak terulang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra mengatakan, terdapat dua cara yang bisa ditempuh masyarakat agar kasus yang dialami Wahyu Syafiatin alias Titin (32) tidak terulang.

Cara pertama, warga Mojokerto bisa langsung datang ke puskesmas terdekat saat mengalami gejala COVID-19, seperti sesak napas. Dengan dibawa ke puskesmas, menurut Langit, setidaknya pasien bisa mendapatkan pertolongan pertama. Karena setiap puskesmas mempunyai stok oksigen medis dan dokter.

"Dengan datang ke puskesmas setidaknya pasien mendapatkan pertolongan pertama, itu yang paling penting. Jika membutuhkan perawatan lebih lanjut, petugas puskesmas yang akan membantu mencarikan rumah sakit rujukan," kata dr Langit kepada detikcom, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Ditolak 5 RS di Mojokerto, Pasien COVID-19 Kritis Berjam-jam Akhirnya Meninggal

Cara kedua, kata dr Langit, masyarakat bisa mengakses layanan 24 jam Tim Reaksi Cepat (TRC) COVID-19 Kabupaten Mojokerto. Yakni dengan menghubungi call center 08975556888 dan 081231280707.

"Nanti TRC yang akan menghubungi puskesmas terdekat agar segera menangani pasien yang membutuhkan pertolongan," terang dokter yang juga menjabat Ketua TRC COVID-19 Kabupaten Mojokerto ini.

Ia menjelaskan, TRC memberikan berbagai layanan terkait kasus COVID-19 untuk warga Kabupaten Mojokerto. Mulai dari layanan untuk ibu hamil atau melahirkan yang terinfeksi Virus Corona, fasilitas isolasi di desa, ketersediaan vaksin Corona, rujukan pasien, pemakaman dan pemulasaraan jenazah, ketersediaan oksigen, ketersediaan tempat tidur, hingga logistik APD, reagen, swab antigen dan rapid test antibodi.