Kegundahan Relawan Pemulasara Bondowoso di Tengah Maraknya Rebut Jenazah COVID-19

Chuck Shatu Widarsa - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 11:35 WIB
relawan tim pemulasaraan jenazah saat memakamkan pasien COVID-19
Pemakaman jenazah COVID-19 (Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikcom)
Bondowoso -

Perasaan gundah masih terus menghantui pikiran Tim Pemulasaraan Jenazah COVID-19 di Bondowoso. Sebab, aksi perebutan jenazah di wilayah Tapal Kuda kian marak.

Modus dalam aksi perebutan jenazah oleh keluarga dan kerabat memang beragam. Dari merebut, mengintimidasi, hingga melakukan tindakan fisik terhadap tim dan merusak sarana tim pemulasaraan.

"Terus terang saja, beberapa kejadian perebutan jenazah itu membuat kami gundah, galau, serta khawatir akan keselamatan," kata salah seorang relawan tim pemulasaraan jenazah Satgas COVID-19 Bondowoso, Kustari, kepada detikcom, Minggu (25/7/2021).

Akibat dari tindakan itu, ujar dia, tim pemulasara jenazah COVID-19 menjadi ragu ketika harus mengantar dan memakamkan jenazah. Mereka khawatir mengalami hal semacam itu saat bekerja.

"Kekerasan fisik sih, kalau saya memang belum pernah. Tapi kayak kejadian yang di Tamanan kemarin itu, nyaris saja Untungnya kami sempat ditolong warga dan disembunyikan di rumahnya," tutur Kustari.

Setelah situasi di tempat kejadian mereda, baru tim pemulasaraan tersebut keluar rumah. Itupun masih mendapat intimidasi dan diusir begitu saja dari lokasi kejadian.

Senada disampaikan Fichar, anggota tim lainnya. Dia memohon agar keselamatan tim pemulasaraan dan sopir ambulan yang mengantar jenazah juga dilindungi.

Karena dalam penanganan COVID-19, tim tersebut pasti ada digaris depan. Mereka berjibaku dan risiko terpapar sangat besar. Meski dalam bertugas telah dilengkapi APD.

"Beberapa personel tim memang banyak yang sempat terpapar COVID-19. Silih berganti. Lalu bekerja lagi. Tapi Alhamdulillah, sampai sekarang masih dilindungi Allah," imbuhnya.

Belum lagi mereka harus bekerja siang dan malam melakukan pemulasara, mengantarkan, hingga memakamkan jenazah COVID-19. Selain banyak, lokasinya pun kadang berjauhan sekali.

"Memang ada 2 tim, masing-masing berisi 5-8 orang. Sampian bayangkan mas, pernah di Bondowoso sehari ada sekitar 30 jenazah COVID-19 harus kami antar dan makamkan. Berarti kan rata-rata sejam sekali. Itupun jarak satu sama lain berjauhan," pungkas Fichar.

Untuk diketahui, aksi perebutan jenazah COVID-19 di wilayah Tapal Kuda memang marak beberapa waktu terakhir. Tercatat, ada 5 kejadian. Dimulai di wilayah Situbondo, 2 kejadian. Lalu merembet ke Bondowoso, 2 kejadian.

Terakhir di wilayah Jember, Jumat (23/7/2021). Pada kejadian ini dikabarkan selain merebut jenazah, warga juga sempat menganiaya petugas, merusak mobil ambulan pembawa jenazah, serta mobil tim.

(fat/fat)