Ditolak 5 RS di Mojokerto, Pasien COVID-19 Kritis Berjam-jam Akhirnya Meninggal

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 11:11 WIB
Pasien COVID-19 Ini Ditolak 5 Rumah Sakit di Mojokerto
Pasien COVID-19 yang kritis akhirnya meninggal (Foto: Tangkapan Layar)

Kondisi Titin tak kunjung membaik saat dipindahkan ke ruang isolasi RSI Sakinah. Ia akhirnya meninggal dunia pada Jumat (23/7) sekitar pukul 20.30 WIB.

"Sekitar pukul 20.30 WIB suaminya ditelepon nakes kalau jantung Titin sudah berhenti, upaya pertolongan dilakukan, tetap tidak bisa," terang Riki.

Ia menjelaskan, suami Titin, Suyanto (38) kini juga positif COVID-19. Bapak dua anak itu diisolasi di balai Desa Warugunung.

"Dua anaknya dititipkan ke adik Titin, alhamdulillah kondisinya sehat," jelas Riki.

Baca juga: 46 Ribu Pasien COVID-19 di Jatim Sembuh Jelang PPKM Darurat Berakhir

Riki berharap kesulitan mendapatkan layanan di rumah sakit tidak dialami pasien lainnya di Kabupaten Mojokerto. Terlebih lagi pasien yang kondisinya sudah kritis seperti almarhumah Titin.

"Masyarakat juga sangat butuh ambulans dan oksigen. Namun, pinjam ambulans puskesmas sulit. Pemerintah Kabupaten Mojokerto ngeshare oksigen gratis, tapi saat didatangi habis. Yang digratiskan berapa kuota?," tandasnya.

Dari 5 rumah sakit yang menolak merawat Titin, 3 di antaranya merupakan rujukan pasien COVID-19. Yakni RSI Sakinah yang sempat menolak pasien karena IGD sudah penuh. RS Mawaddah Medika menolak pasien karena stok oksigen menipis.

Sedangkan RSUD Prof dr Soekandar menolak Titin karena terbatasnya nakes. Saat itu, pintu masuk ke IGD rumah sakit milik Pemkab Mojokerto ini ditutup portal. Sehingga kendaraan yang membawa pasien tidak bisa masuk.


(fat/fat)