Round-Up

Kasus Warga Bondowoso Bakar Peti Jenazah COVID-19 hingga Tolak Divaksin

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 09:51 WIB
Surabaya -

Warga Kemirian, Bondowoso merebut jenazah yang nyata-nyata COVID-19 dan juga membakar peti matinya. Warga desa juga disebut menolak vaksinasi. Penolakan terhadap vaksinasi tersebut terbukti hingga saat ini terdapat 90% warga desa yang enggan untuk divaksin. Kendati, pada PPKM Darurat ini pemerintah juga menggalakkan vaksinasi.

"Iya, benar. Sesuai data yang ada di kami, sekitar 90% warga di desa itu memang tidak mau divaksin," jelas Jubir Satgas COVID-19 Bondowoso, dr Mohamad Imron, kepada wartawan, Senin (19/7/2021).

Dikatakan Imron, pihaknya memang tak bisa terlalu memaksa jika warga memang tidak mau divaksin. Meski, upaya persuasif tetap akan dilakukan, melalui tokoh agama maupun tokoh masyarakat setempat.

"Kami terus lakukan upaya sosialisasi. Tapi jika memang tetap menolak, ya sudah, kami berikan pada warga masyarakat lainnya yang mau saja," tukas dr Mohamad Imron.

Sementara salah seorang warga desa yang tak mau disebutkan namanya menyebutkan, warga memang menolak vaksin. Kendati upaya sudah dilakukan dengan masif oleh pemerintah.

"Warga sini memang menolak vaksin. Karena bagi kami di sini, vaksin itu hanya konspirasi dari elit yang punya kepentingan," terangnya.

Penolakan warga terhadap vaksin juga dipicu oleh isu di medsos maupun aplikasi percakapan, jika orang habis divaksin banyak yang akhirnya sakit dan meninggal. Pun banyak juga rumor negatif tentang vaksin yang berseliweran di media sosial.

Sebelumnya, puluhan warga di Bondowoso melakukan aksi perebutan paksa jenazah pasien COVID-19. Mereka kemudian membuka peti, memandikan, mensalatkan, lalu memakamkan dengan cara normal. Padahal, jenazah merupakan pasien COVID-19 dan harus dimakamkan sesuai protap COVID-19.

Informasi dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat ambulance petugas membawa jenazah pasien COVID-19 dari RSUD dr Koesnadi Bondowoso menuju pemakaman yang sudah disediakan korban.