Pantau Penyaluran Bansos di Tuban, Risma: Semoga Bisa Ringankan Beban Warga

Ainur Rofiq - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 21:11 WIB
mensos risma
Mensos Risma dan Bupati Lindra (Foto: Ainur Rofiq)
Tuban -

Mensos Tri Rismaharini blusukan ke Tuban memantau penyaluran sejumlah bantuan sosial, termasuk Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kantor Pos Tuban. Risma berharap bantuan yang disalurkan membantu mengurangi beban ekonomi warga

Risma mengatakan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat adalah pilihan yang sulit. Karena dengan pembatasan itu masyarakat tidak bisa maksimal dalam mencari nafkah.

"Bantuan dari Kemensos ini semoga bisa meringankan beban warga," tutur Risma kepada wartawan, Sabtu (24/7/2021).

Ada tiga jenis bantuan yang disalurkan pemerintah pusat melalui Kemensos RI. Pertama adalah BST yang merupakan bantuan untuk masyarakat terdampak Pandemi COVID-19 senilai Rp 300 ribu per bulan. Kedua, program sembako atau BPNT yaitu bantuan senilai Rp 200 ribu per bulan yang disalurkan melalui Bank Himbara untuk keluarga miskin.

Penerima bantuan ini dapat mendatangi agen yang telah ditunjuk untuk mencairkan bantuannya dalam bentuk bahan pangan seperti beras, telur, maupun lainnya. Serta yang ketiga, Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat dengan memenuhi persyaratan tertentu.

"Jenis manfaat yang diterima tiap KPM pada bantuan PKH berbeda sesuai dengan kondisi tiap penerima," jelas Risma.

Risma menambahkan pemerintah melalui Bulog juga mulai menyalurkan bantuan beras kemasan 5 kg sebanyak 3.000 paket di Tuban. Penyaluran paket beras ini sepenuhnya dilaksanakan oleh kepada daerah dengan pertimbangan Bupati/Wali Kota lebih paham masyarakat di wilayahnya yang membutuhkan. Dan belum pernah mendapatkan bansos apapun, atau masyarakat yang saat ini terdampak akibat adanya kebijakan PPKM Darurat maupun level 4.

Risma juga mengajak seluruh warga untuk bergotong-royong menangani pandemi COVID-19 di Indonesia. Penanggulangan pandemi COVID-19 perlu didukung semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, swasta, bahkan masyarakat umum. Cara untuk memutus penyebaran COVID-19 adalah dengan berdisiplin menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengatakan bantuan sosial dari Kemensos telah tersalur secara bertahap kepada masyarakat yang menerima. "Bantuan dari Kemensos sangat berarti bagi masyarakat Tuban di tengah pembatasan kegiatan. Kami ucapkan terima kasih," kata Bupati Lindra.

Bupati Lindra juga menegaskan akan terus melakukan evaluasi terkait penyaluran Bansos agar tepat sasaran dan sesuai aturan dari pemerintah. Tidak hanya itu, pihaknya akan segera turun ke desa-desa guna mengecek secara langsung proses penyaluran bantuan sosial kepada KPM, serta secara intensif melaksanakan koordinasi dengan seluruh pihak.

"Kroscek secara langsung ke lapangan menjadi poin penting agar tidak terjadi kerancuan data," ujar Lindra.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinsos P3A Tuban, data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sebanyak 40.083 KPM, Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 53.117 KPM, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako 80.349 KPM, dan Bantuan Sosial Beras (BSB) sebanyak 3.000 KPM masyarakat miskin terdampak COVID.

(iwd/iwd)