Polisi Klarifikasi Warga Soal Penghancuran Peti Jenazah COVID-19 di Situbondo

Chuk S Widarsha - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 11:47 WIB
viral warga di situbondo rusak peti jenazah covid-19
Warga rusak dan hancurkan peti jenazah COVID-19 (Foto: Tangkapan layar)
Situbondo -

Puluhan warga Panji, Situbondo, merebut paksa lalu menghancurkan peti jenazah COVID-19. Polisi segera mengambil langkah tegas dengan memanggil warga dan pihak terkait.

"Sebagai tahap awal kami akan minta keterangan pihak-pihak terkait dulu," jelas Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agus Widodo, kepada detikcom, Kamis (22/7/2021).

Agus mengatakan pemanggilan untuk klarifikasi itu dilakukan untuk mengetahui apakah prosedur pemulasaraan jenazah memang sudah dilakukan sesuai SOP jenazah COVID-19 atu belum. Klarifikasi dilakukan termasuk terhadap petugas ambulans, patwal, dan lainnya.

"Baru kemudian kami mintai keterangan saksi lainnya. Yakni pihak keluarga dan para pelaku yang diduga melakukan perampasan peti mayat itu," jelas Agus.

Jika dari hasil pemeriksaan tersebut memang ada unsur pidana, tetap akan dilakukan tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Karena perampasan peti jenazah, apalagi dalam situasi pandemi akan berdampak hukum.

"Adapun regulasi yang akan digunakan yakni pasal 14 UU No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Serta pasal 212 dan pasal 214 KUH Pidana. Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun kurungan," tegas Agus.

Sebelumnya, viral warga Dusun Karangmalang, Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, Situbondo merebut paksa peti jenazah COVID-19. Tak hanya merebut, puluhan warga juga merusak dan menghancurkan peti mati setelah mengambil jenazahnya.

Dalam salah satu video yang berdurasi sekitar 29 detik itu, tampak puluhan orang menghancurkan peti jenazah di sebuah halaman tepi jalan dengan menggunakan kayu dan alat seadanya. Setelah sebelumnya membanting peti mati berwarna putih tersebut hingga hancur.

Pada video lainnya, tampak terdengar tangisan keluarga almarhum yang nyata-nyata meninggal terpapar COVID-19. Juga terlihat salah satu keluarga almarhum yang pingsan serta digotong oleh beberapa orang keluar dari kerumunan warga.

(iwd/iwd)