Sapi Presiden Jokowi Disembelih, Dagingnya Dibagi ke Petugas Makam COVID-19

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 16:59 WIB
hewan kurban jokowi
Penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Akbar (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Sejumlah hewan kurban di Masjid Al Akbar Surabaya disembelih pada Rabu (21/7) ini. Total, ada 2.000 ribu paket daging kurban yang dibagikan ke warga.

"Pagi-siang ini dilakukan penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Akbar Surabaya. Termasuk sapi pemberian dari Pak Presiden Joko Widodo," ujar Humas Masjid Al Akbar Helmy M Noor kepada detikcom, Rabu (21/7/2021).

Selain hewan kurban dari Presiden, ada juga hewan kurban dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wagub Emil Elestianto Dardak, serta jajaran Forkopimda Jatim.

Helmy menjelaskan daging kurban tersebut dibagikan ke warga sekitar Masjid Al Akbar sesuai data RW setempat. Para penerimanya, di antaranya warga yang kurang mampu.

hewan kurban jokowiHewan kurban dibagikan ke petugas pemakaman TPU Keputih (Foto: Faiq Azmi)

Tidak hanya itu, pihak Masjid Al Akbar juga memberikan daging kurban kepada para petugas makam COVID-19 yang ada di TPU Keputih Surabaya.

"Kita salurkan juga ke petugas TPU Keputih. Total di Keputih ada 51 dari data. Mulai dari kremator, bagian backhoe, juga petugas pemakamannya," terangnya.

Untuk daging kurban yang dibagikan, Helmy menyebut, Masjid Al Akbar mengganti kantong plastik biasa dengan bioplastik untuk mengemasi daging kurban. Menurutnya, pihak manajemen Masjid lebih memilih plastik ramah lingkungan karena bisa menjadi manfaat setelah digunakan untuk kantong daging kurban.

Bioplastik ini bisa diurai dengan menggunakan teknologi menjadi pupuk kompos dan tentunya tidak mengotori lingkungan makanya kami memilih untuk menggunakan ini dengan perbedaan jika plastik biasa ini lebih tebal, jika bioplastik ini lebih halus, tipis dan lentur.

"Kita menggunakan plastik ramah lingkungan bida diurai jadi kompos teknologi tinggi mempercepat proses termasuk mempermudah pengadaannya plastik yang ramah lingkungan. Ini dapat dari donatur tidak dijual umum dan nantinya bisa dijadikan kompos tidak mengotori lingkungan," ungkap Helmi.

(iwd/iwd)