Di Kafe Ini ASN dan Aparat Harus Bayar 3 Kali Lipat Saat PPKM Darurat

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 17:43 WIB
Kafe di Kota Malang Kenakan Bayar 3 Kali Untuk Aparat dan ASN
Kafe di Malang berlakukan bayar 3x lipat (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang -

Sebuah kafe di Kota Malang membuat big promo selama PPKM darurat. Big promo ini yakni memberlakukan pembayaran 3 kali lipat bagi ASN dan TNI-Polri.

Cahya Sinda, Owner Kafe Atitud Coffee Bar mengaku, pembayaran tiga kali lipat bagi ASN serta aparat dinilai paling tepat di masa PPKM darurat. Karena mereka bergaji tepat setiap bulannya. Kondisi itu sangat berbeda dengan pelaku usaha yang terkena dampak PPKM darurat.

"Mengapa pilih aparat dan pegawai pemerintah harus bayar tiga kali lipat? Karena mereka memiliki gaji tetap dan tidak terdampak PPKM. Big promo ini hanya untuk take away," kata Cahya kepada wartawan di tempat usahanya Jalan Sunan Kalijaga, Kota Malang, Kamis (15/7/2021).

Cahya cukup punya alasan memberlakukan bayar tiga kali lipat dari harga normal bagi ASN dan TNI-Polri. Karena orang tuanya berstatus pegawai negeri, begitu juga kakaknya.

"Orang tua saya PNS, kakak saya juga tenaga kesehatan. Dari mereka, saya tahu gajinya tetap, berbeda dengan masyarakat lain, yang kini ekonominya turun," beber Cahya.

Menurut Cahya, pembayaran tiga lipat untuk TNI-Polri dan pegawai pemerintahan secara tidak langsung akan membantu pendapatan usahanya. Selama pengetatan diberlakukan, kata Cahya, pendapatan usahanya menurun drastis.

Baca juga: Ratusan Remaja Kota Pasuruan Bikin Onar Termakan Seruan di Medsos

Upaya mendongkrak pemasukan, dengan memberikan diskon justru tidak akan sebanding dengan pengeluaran.

"Banyak teman-teman lain buat promo diskon dengan potongan harga, tetapi itu justru tidak membantu, untuk menambah pendapatan. Maka, kami kemudian memilih sekalian menaikkan harga bagi pegawai dan aparat," tegasnya.

Bagi Cahya, pemberlakuan PPKM darurat sungguh memperberat pelaku usaha. Dirinya tak memungkiri big promo pembayaran tiga kali lipat bagi ASN dan aparat merupakan sindiran atas kebijakan cenderung menyusahkan pelaku usaha.

"Ini permainan diksi, seperti pemerintah mengganti lockdown dengan PPKM darurat. Dampaknya kepada kami," tuturnya.

Cahya baru membuka Atitud Coffee Bar pada 28 Juni 2021 lalu. Usaha yang dirintis mengalami hambatan setelah terbit kebijakan pengetatan untuk pencegahan sebaran virus COVID-19.

"Sebelum PPKM bisa Rp 500 ribu seharinya. Tetapi sekarang hanya Rp 100 ribu, bahkan sepi pembeli. Sangat tidak sebanding dengan pengeluaran," pungkasnya.

(fat/fat)