Operasi PPKM Darurat di Surabaya Ricuh, Perusak Mobil Polisi Kini Diburu

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 16:49 WIB
operasi ppkm di surabaya ricuh
Provokator kericuhan operasi PPKM darurat di Surabaya diamankan (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Seorang provokator kericuhan operasi yustisi PPKM darurat di Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya telah dijadikan tersangka. Gara-gara provokasinya karena ia sendiri tak mau ditindak akibat pelanggaranya, warga mengamuk dan melempari mobil petugas.

Satu unit mobil patroli milik Polsek Kenjeran rusak. Kaca belakangnya pecah. Setelah menangkap provokatornya, polisi kini memburu pelaku yang merusak mobil polisi tersebut. Polisi terus mengembangkan kasus ini.

"Iya kita akan terus kembangkan. Karena kita tidak tinggal diam, penegakan hukum akan terus berjalan. Terutama dalam situasi pandemi ini dan dalam pelaksanaan PPKM darurat," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan di Polda Jatim, Senin (12/7/2021).

Gatot mengatakan meski sempat ada kericuhan, pihaknya tetap melakukan bahkan menggiatkan operasi yustisi dan penegakan hukum akan terus berjalan. Bahkan kekuatan personel akan ditambah.

"Kita akan tetap melakukan kegiatan tersebut. Kita akan mempertebal dengan penambahan personel. Dan nanti akan kita kedepankan tim dari Satgas Deteksi untuk masuk. Dan rencananya kita akan memberikan sembako ke warga di sekitar Bulak Banteng," ungkap Gatot.

Kericuhan pecah saat petugas melakukan operasi yustisi PPKM darurat di Bulak Banteng pada Sabtu (10/7) malam. Kericuhan berawal saat seorang pemilik warkop tak terima ditertibkan. Dia lalu berteriak dan memprovokasi warga sehingga warga melawan petugas.

(iwd/iwd)