Kericuhan Operasi PPKM Darurat di Surabaya Berawal dari Provokasi Pemilik Warkop

Amir Baihaqi - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 17:54 WIB
operasi ppkm di surabaya ricuh
Pemilik warkop (baju kuning) yang dianggap sebagai provokator kericuhan operasi PPKM darurat (Foto: Dok. Polda Jatim)
Surabaya - Operasi PPKM darurat di Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya berlangsung ricuh semalam. Polisi menyebut kericuhan itu karena ada provokasi usai 13 warga diamankan saat terjaring operasi yustisi.

Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan ke-13 warga itu terjaring operasi karena tidak memakai masker. Setelah itu polisi juga akan menindak warung kopi yang kedapatan melanggar jam buka.

"Iya, rencananya mau mengamankan untuk melakukan sidang di tempat. Tapi mereka terprovokasi dan melawan petugas," tutur Gatot kepada detikcom, Senin (11/7/2021).

Saat akan menindak warung itu, lanjut Gatot, pemilik warung ternyata melawan dan terjadi perdebatan dan cekcok dengan petugas. Karena hal itu, kemudian massa mulai berkumpul dan mulai melempari petugas.

"Pemilik warkop tidak terima karena warungnya akan ditindak. Sehingga cekcok dan mengundang warga lainnya keluar dan berkumpul. Karena semakin banyak mereka kemudian melempari petugas dan mobil patroli," kata Gatot.

Menurut Gatot, tidak ada petugas yang terluka saat penyerangan warga itu. Namun satu mobil patroli milik Polsek Kenjeran mengalami rusak di kaca bagian belakangnya karena dilempar warga.

"Tidak ada korban jiwa dari petugas. Tapi terjadi kerusakan 1 unit mobil patroli pada kaca belakang mengalami pecah," tandas Gatot.

Sebelumnya, operasi PPKM darurat di Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya berlangsung ricuh semalam. Kericuhan terjadi karena sejumlah warga dan pemilik warung menolak ditertibkan.

Simak video 'Razia PPKM Darurat di Surabaya Ricuh! Warga Usir Petugas':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)