Bantu Sesama Saat Pandemi, Warga Blitar Ini Jual Soto Ayam Hanya Rp 2 Ribu

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 13:24 WIB
soto seharga 2 ribu
Warung di Blitar yang menjual soto hanya seharga Rp 2 ribu (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

PHK dampak pandemi ternyata menghantarkan hidayah bagi Ririn. Dengan berjualan soto ayam seharga Rp 2000 per porsi, Ririn ingin warga sekitarnya tercukupi gizinya dengan membeli masakan berharga murah.

Warung soto ayam Omah Rindu ini lokasinya di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Didominasi cat berwarna hijau, kesan sejuk dan lapang akan terasa ketika masuk ke halamannya.

Beberapa set meja kursi kayu, ditata dengan jarak agak berjauhan. Beberapa tulisan petunjuk mengarahkan pembeli bisa memilih sendiri varian minuman yang diinginkan untuk dibuatkan penjual. Selama PPKM darurat, warung ini hanya menerima pembelian take away dan pembeli wajib memakai masker.

Di antara deretan daftar harga dan menu yang disediakan, harga soto ayam mampu menarik perhatian orang yang lewat dan warga sekitar. Yup, seporsi soto ayam di warung ini dijual hanya seharga Rp 2.000 saja. Karena penasaran, detikcom pun memesan dibungkus untuk dibawa pulang.

Memakai mangkok ukuran kecil, nasi, suwiran daging ayam yang cukup banyak, kentang goreng tipis berbentuk dadu, irisan kubis, daun seledri dan bawang dituangi kuah soto. Di atasnya tak lupa ditaburi bawang merah goreng yang krispi. Apa gak rugi menjual seporsi soto ayam itu hanya Rp 2000?

"Khusus untuk soto ayam, memang saya dan suami niatkan untuk membantu sesama. Jadi tetangga sini dan warga sekitar bisa beli masakan enak, bergizi namun harganya terjangkau. Apalagi saat pandemi, semoga bisa meringankan beban pengeluaran mereka," kata pemilik warung, Ririn kepada detikcom, Minggu (10/7/2021).

Warung Omah Rindu ini baru sekitar tiga bulan lalu berdiri. Ririn sekeluarga memutuskan kembali ke kampung halaman, setelah sang suami di PHK dari tempat kerjanya di kawasan Tangerang. Sebelum memutuskan pulang kampung, Ririn menyaksikan sendiri, susahnya para pekerja pabrik disana mendapatkan makanan bergizi dengan harga terjangkau.

Ketika sudah balik ke Blitar, Ririn memutuskan membuka usaha warung makanan. Harga bahan makanan di Blitar yang lebih murah daripada Jakarta, mendorong Ririn menjual masakannya dengan harga miring.

Namun khusus menu soto ayam, Ririn menjualnya hanya seharga Rp 2000 per porsi. Walaupun harganya murah, namun Ririn menjamin, soto ayam itu dibuat dari bahan segar dan berkualitas.

"Ya awalnya banyak yang bertanya, nanti ayamnya tiren kok jualnya murah. Nanti kuah kemarin dan lain-lain. Tapi setelah mereka mencoba, jadi makin banyak yang beli disini," tuturnya.

Berkat kesabarannya menghadapi calon pembeli, soto ayam Ririn makin terkenal murah dan lezat. Dalam sehari, tak kurang 500 porsi soto ayam terjual sejak buka pukul 07.00 - 20.00 WIB. Bahkan, kini Ririn bisa mempekerjakan tiga orang tetangganya untuk membantunya berjualan.

"Saya langganan makan soto ayam disini. Saya karyawan swasta, dengan harga seporsi soto Rp 2000, saya biasanya langsung pesan dua porsi. Rasanya enak, lezat dan murah itu lho, cocok sama kantong pekerja kaya saya," ucap Helmi yang membeli beberapa bungkus titipan rekan tempat kerjanya.

Cara sederhana ini, diakui Ririn membuatnya tambah bahagia. Setidaknya, ada satu kegiatan kecil yang dilakukannya untuk meringankan beban sesama, kala pandemi COVID-19 yang melanda tak tentu ujung akhirnya.

Simak juga 'Bertani Melon Golden, Milenial Tasikmalaya Raup Cuan di Masa Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)