Belum Diisi Pasien COVID-19, RS Lapangan Tembak Masih Tunggu Tabung Oksigen

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 15:30 WIB
wali kota surabaya eri cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

RS Lapangan Tembak (RSLT) Surabaya rencananya sudah terisi pasien sejak kemarin. Namun, hingga kini RSLT belum diisi pasien dan rencana sore ini terisi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan belum terisinya RSLT dikarenakan tabung oksigen yang belum ada. Eri mengaku pihaknya menunggu terisinya tabung oksigen dulu sebelum menerima pasien.

"RS Lapangan Tembak belum terisi karena nunggu oksigen. Insyaallah sore hari ini, karena oksigennya jadi satu," ujar Eri kepada wartawan di Stadion Tambaksari, Jumat (9/7/2021).

Eri menegaskan pihaknya menunggu tabung oksigen, bukan pengisian oksigen, sehingga diharapkan sore ini ada dan bisa diisi pasien Corona.

"Oksigen satu belum datang, sampai hari ini rumah sakit kosong terkait dengan tabungnya. Bukan pengisian oksigennya," kata Eri.

"Jadi kalau RS baru itu harus ada tabung oksigennya. Jadi kita nunggu. Sore ini semoga bisa selesai," tambahnya.

RSLT rencananya akan menampung 150 pasien COVID-19 dari puskesmas. Namun Eri masih menunggu tabung oksigen untuk pasien yang sesak nafas atau saturasinya turun.

"Betul (ada 150 pasien dari puskesmas akan dibawa ke RSLT). Tapi kalau mau masuk situ (RSLT), pasien kan harus ada tabung oksigennya. Kalau dia itu sesak atau saturasinya turun kan dikasih tabung oksigen. Jadi Insyaallah hari ini pemasangan dibantu teman-teman Samator, kalau selesai bisa kita gunakan," pungkasnya.

Adapun beberapa dokumen yang harus dilengkapi ketika pasien COVID-19 ingin menjalani perawatan di RSLT. Yakni, membawa KTP, KK serta hasil PCR positif baik dari puskesmas ataupun laboratorium lain. "Tergantung dari mereka periksanya (Swab PCR) di mana. Tapi tetap yang membawa ke sini (RSLT) dari puskesmas, karena semua agar terdata," kata Kepala Dinkes Surabaya Febria Rachmanita.

Kapasitas di RSLT sendiri bisa mencapai 1.000 bed. Namun, untuk tahap awal saat ini telah tersedia 400 bed. Nantinya, pasien OTG dan gejala ringan yang berada di Hotel Asrama Haji (HAH) bakal dipindah ke RSLT. Sedangkan di HAH sendiri bakal difokuskan bagi pasien kategori OTG, gejala batuk dan pilek.

"Jadi pasien (Asrama Haji) dipindah ke sini (RSLT) supaya tidak penuh. Di Asrama Haji kan juga ada IGD (instalasi gawat darurat) di sana, tapi kita fokuskan di sini. Sehingga di Asrama Haji hanya OTG, batuk, pilek," ujarnya.

Feny menambahkan, bahwa layanan di RSLT sendiri hampir sama dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di rumah sakit lain. Sebab di RSLT telah dilengkapi dengan ruangan IGD, rawat inap, radiologi, farmasi hingga laboratorium.

"Untuk laboratorium hanya mengambil sampel dan pemeriksaan ringan. Jadi di RSLT ini ada lima ruangan, masing-masing diisi OTG, dan gejala ringan. Kalau gejala berat, ke RSUD Soewandhie," pungkasnya.

(iwd/iwd)