17 Pasien COVID-19 di Banyuwangi Meninggal dalam Sehari

17 Pasien COVID-19 di Banyuwangi Meninggal dalam Sehari

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 19:02 WIB
pemakaman pasien covid-19 di banyuwangi
Pemakaman pasien COVID-19 di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Kasus penularan COVID-19 di Banyuwangi rupanya masuk dalam titik tertinggi angka kematian. Sebanyak 17 pasien COVID-19 di Banyuwangi meninggal dunia dalam 24 jam terakhir.

Jumlah kasus kematian harian ini merupakan yang tertinggi kedua di Jatim setelah Tuban dengan 30 kasus kematian pasien COVID-19.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Banyuwangi, dr. Widji Lestariono membenarkan telah terjadi peningkatan jumlah kasus harian dalam beberapa hari terakhir. Meningkatnya kasus kematian ini, kata Widji, dikarenakan banyak pasien yang baru dibawa ke rumah sakit dalam kondisi parah. Rata-rata mereka sudah mengalami sesak nafas.

"Iya benar ada peningkatan. Hari ini ada 17 pasien COVID-19 yang meninggal dunia," ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis 8 Juli 2021.

Mereka yang meninggal sebenarnya sudah menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Namun nyawa mereka tak bisa diselamatkan karena virus sudah menyerang ke paru-paru.

"Saat datang pasien kebanyakan mengalami dissaturasi oksigen di bawah 90 persen. Juga mereka memiliki riwayat komorbid," ungkapnya.

Selain kasus kematian, tambahan kasus baru pada hari ini juga mengalami lonjakan signifikan. Total per hari ini ada tambahan 113 pasien yang terkonfirmasi COVID-19. Hal ini membuat BOR (bed occupancy ratio) di enam rumah sakit rujukan terisi penuh.

"Dengan adanya peningkatan jumlah konfirmasi harian, BOR juga meningkat. Hampir semua rumah sakit penuh. Baik ruang isolasi maupun ICU nya. Kita sudah meminta rumah sakit rujukan untuk menambah kapasitas bed. Memang ada kendala di SDM atau tenaga," kata Widji.

Untuk dua rumah sakit daerah sendiri, kata Widji, sudah melakukan rekrutmen tenaga kesehatan dan relawan baru untuk melayani pasien COVID-19 yang tiap hari terus berdatangan. Total ada 85 tenaga tambahan, yang terdiri atas dokter umum, perawat, bidan, tenaga teknis farmasi, analis laboratorium, hingga radiografer. Ada pula rekrutmen relawan untuk petugas oksigen, juru rawat jenazah, petugas kebersihan ruang rawat inap, hingga transporter.

Selain menambah kapasitas bed, kata Widji, pihaknya juga berencana menambah jumlah rumah sakit rujukan COVID-19. Setidaknya ada 7 rumah sakit swasta yang tengah dipersiapkan untuk menjadi rumah sakit rujukan.

"Cuma dari 7 rumah sakit non rujukan ini, ada yang sudah siap bahkan ada yang belum siap sama sekali. Kita akan terus melakukan pendampingan, hingga mereka benar-benar bisa melayani pasien COVID-19," imbuhnya.

Berdasarkan data COVID-19 Jawa Timur, per tanggal 8 Juli 2021, sudah ada 8.008 warga Banyuwangi yang terpapar virus corona, 653 kasus diantaranya masih aktif. Sementara jumlah kasus kematian mencapai 779 kasus dengan fatality rate 9,73 persen.

Tonton video 'Rekor Terus! Berikut Sebaran Kasus Corona RI 8 Juli':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)