Ada 2 Hotel Bagi Pasien OTG di Surabaya, Jaga-jaga Asrama Haji Penuh

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 18:43 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi/Foto: Esti Widiyana
Surabaya - Kasus COVID-19 di Kota Pahlawan terus naik. Hingga 7 Juli 2021, ada 855 kasus COVID-19 aktif dari total 25.898 kasus selama pandemi COVID-19.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan dua hotel untuk tempat isolasi pasien COVID-19 yang tidak bergejala atau OTG. Dua hotel itu akan diisi pasien ketika Asrama Haji penuh.

"Tetap ada isolasi di hotel kalau di Asrama Haji penuh, kita taruh di hotel. Tapi memang untuk kondisi OTG," kata Eri kepada wartawan di Stadion Tambaksari, Kamis (8/7/2021).

Dua hotel itu sudah disiapkan oleh Eri. Namun untuk saat ini belum diisi oleh pasien COVID-19. "Ada dua hotel di Surabaya. Di Hotel 88 sama mana gitu saya lupa. Dua hotel belum terisi," ujarnya.

Ia menambahkan, tingkat keterisian Asrama Haji sudah menurun. Dari yang sebelumnya 600 pasien COVID-19, kini menjadi 500 OTG.

"Asrama Haji berkurang jadi 500an sekarang. Awalnya 600 jadi 500. Ayo terus berjuang bareng-bareng," jelasnya.

Selain mengandalkan Asrama Haji dan menyiapkan dua hotel, Eri juga menyiapkan RS di Lapangan Tembak, Kedung Cowek. Mulai hari ini, RS Lapangan Tembak (RSLT) sudah bisa diisi pasien COVID-19 dari Puskesmas dengan beberapa persyaratan. Di sana juga tersedia 1.000 bed.

Ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi ketika pasien COVID-19 ingin menjalani perawatan di RSLT. Yakni membawa KTP, KK serta hasil PCR positif. Baik dari Puskesmas atau pun laboratorium lain.

"Tergantung dari mereka periksanya (swab PCR) di mana. Tapi tetap yang membawa ke sini (RSLT) dari Puskesmas, karena semua agar terdata," kata Kepala Dinkes Surabaya, Febria Rachmanita.

Simak video 'Rekor Terus! Berikut Sebaran Kasus Corona RI 8 Juli':

[Gambas:Video 20detik]



Kapasitas RSLT bisa mencapai 1.000 bed. Namun, untuk tahap awal baru tersedia 400 bed. Nantinya, pasien OTG dan gejala ringan yang berada di Hotel Asrama Haji (HAH) bakal dipindah ke RSLT. Sedangkan HAH bakal difokuskan bagi pasien kategori OTG, gejala batuk dan pilek.

"Jadi pasien (Asrama Haji) dipindah ke sini (RSLT) supaya tidak penuh. Di Asrama Haji kan juga ada IGD (instalasi gawat darurat) di sana, tapi kita fokuskan di sini. Sehingga di Asrama Haji hanya OTG, batuk, pilek," terangnya.

Febria juga menambahkan, layanan di RSLT hampir sama dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di rumah sakit lain. Sebab di RSLT telah dilengkapi dengan ruangan IGD, rawat inap, radiologi, farmasi hingga laboratorium.

"Untuk laboratorium hanya mengambil sampel dan pemeriksaan ringan. Jadi di RSLT ini ada lima ruangan, masing-masing diisi OTG, dan gejala ringan. Kalau gejala berat, ke RSUD Soewandhie," pungkasnya. (sun/bdh)