Korban KMP Yunicee Terima Santunan Jasa Raharja

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 13:46 WIB
Jasa Raharja memberikan santunan ahli waris korban KMP Yunicee
Jasa Raharja memberikan santunan ahli waris korban KMP Yunicee (Foto: Dok. Jasa Raharja Cabang Utama Jatim)
Banyuwangi -

Korban KMP Yunicee yang tenggelam di perairan Selat Bali mendapatkan santunan dari Jasa Raharja. Penyerahan dilakukan cepat setelah data korban ditemukan dan diverifikasi. Santunan langsung diberikan satu hari setelah terjadi kecelakaan.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Timur Hervanka Tri Dianto mengatakan total sebanyak 26 orang korban meninggal dunia mendapatkan santunan masing-masing Rp 50 juta. Penyerahan santunan diberikan kepada ahli waris di beberapa lokasi, sesuai dengan domisili korban dan ahli waris. Santunan langsung diberikan satu hari setelah terjadi kecelakaan.

"Sudah kita serahkan kepada ahli waris. Yang pertama tanggal 30 Juni 2021 kepada 9 ahli waris serta tanggal 6 dan 7 Juli kita serahkan santunan meninggal dunia 17 orang," ujar Hervanka dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (8/7/2021).

"Penyerahan kita lakukan di Cabang Utama Jawa Timur dan Kantor Cabang Bali. Untuk yang di Jatim kemarin itu ada nama Ariana Nike Permatasari, Juliadi, Abdul Koyum dan Miftahul Arifin. Serta juga ada nama Gatot Pujianto, Choirul Anam, Shofyan Tsauri dan Adi Supanto. Sementara 18 orang kita serahkan Kantor Cabang Bali," tambah Hervanka.

Jasa Raharja memberikan santunan ahli waris korban KMP YuniceeFoto: Dok. Jasa Raharja Cabang Utama Jatim

Tak hanya santunan korban meninggal dunia, PT Jasa Raharja juga mengeluarkan santunan kepada korban yang mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit. Total sebanyak 7 orang yang mendapatkan perawatan.

"PT Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Timur telah memberikan surat jaminan ke pihak rumah sakit dimana korban dirawat," tambah Hervanka.

Menurut Hervanka, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 15 Tahun 2017, santunan korban meninggal dunia diberikan kepada ahli waris sebesar Rp 50 juta. Sementara untuk santunan biaya perawatan maksimal sebesar Rp 20 juta.

"Kami yang tergabung dalam Indonesia Financial Group (IFG) senantiasa berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat sebagai wujud negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum," pungkas Hervanka.

KMP Yunicee yang melayani penyeberangan di Selat Bali tenggelam di posisi Utara lampu merah Gilimanuk, Bali sekira pukul 19.20 WITA, Selasa (29/6/2021).

Total sebanyak 77 penumpang dan ABK kapal yang menjadi korban. Sebanyak 9 orang meninggal dunia dan 17 orang dinyatakan hilang.

(iwd/iwd)