Cerita Emak-emak Sesak Napas Ditolak 7 RS Dengan Alasan Penuh Pasien

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 18:48 WIB
emak-emak sesak napas ditolak 7 rumah sakit
Emak-emak sesak napas yang ditolak 7 rumah sakit (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Seorang emak-emak yang mengalami sesak nafas diantarkan keluarganya ke 7 rumah sakit di wilayah Sidoarjo, Kabupaten dan Kota Mojokerto. Namun, tak satupun rumah sakit mau menerimanya dengan alasan tempat perawatan sudah penuh.

Nasib memilukan ini dialami seorang perempuan warga Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Keponakan perempuan tersebut, Soni mengatakan, bibinya mengeluh sakit kepala karena darah tinggi dalam sepekan terakhir. Namun sejak Senin (5/7), bibinya juga mengalami sesak nafas.

Pagi tadi sekitar pukul 05.30 WIB, ia mengantar bibinya berobat ke rumah sakit. Perempuan paruh baya itu dia antar menggunakan mobil. Putri bibinya juga ikut menemani.

Sedikitnya 7 rumah sakit ia datangi. Namun, tak satu pun rumah sakit mau menerima bibinya yang sedang kesulitan bernafas. 7 Rumah sakit yang telah didatangi yakni RS Citra Medika, RS Emma, RS Kamar Medika, RSI Sakinah, RS Rekso Waluyo, RS Gatoel, serta RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.

"Bingung saya, rumah sakit tak mau menerima semua. Alasannya kamarnya sudah penuh," kata Soni kepada wartawan di salah satu toko alat kesehatan di Jalan Brawijaya, Kota Mojokerto, Selasa (6/7/2021).

Oleh sebab itu, Soni terpaksa membawa bibinya ke toko alat kesehatan di Jalan Brawijaya, Kota Mojokerto untuk membeli tabung oksigen. Setidaknya, bibinya segera mendapatkan bantuan pernafasan. Karena bibinya mengalami sesak nafas dengan saturasi oksigen hanya 62.

Sambil menunggu antrean untuk mendapatkan tabung oksigen, wanita asal Desa Jetis itu dibaringkan di kursi penumpang. Nafasnya sudah nampak berat. Tabung oksigen dan regulator seharga Rp 3 juta langsung dipasangkan kepada wanita tersebut.

"Mau kami bawa pulang saja, dirawat di rumah," terangnya.

Simak video 'Kasus Aktif Corona di RI 324.57, Tertinggi Selama Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)