Bermula Istri Melahirkan Sesar, Menantu di Probolinggo Aniaya Kedua Mertua

M Rofiq - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 18:00 WIB
menantu aniaya mertua
Si menantu sedang dimintai keterangan polisi (Foto: M Rofiq)
Probolinggo -

Seorang menantu di Probolinggo menganiaya kedua mertuanya. Semua bermula saat istri pelaku melahirkan dan pulang ke rumah orang tuanya.

Menantu itu adalah Adi Saputra (24), warga Leces, Probolinggo. Sementara kedua mertuanya yang merupakan korban adalah Syaiful (42) dan Sriani (42), warga Desa Pondok Wuluh, Leces.

"Istri saya melahirkan sesar. Setelah melahirkan langsung dibawa kedua orangtuanya ke rumahnya. Kemudian saya ajak pulang. Tapi tidak boleh," ujar Adi saat dikonfirmasi di ruang penyidik Polsek Leces, Selasa (6/7/2021).

Adi mengatakan bahwa dirinya dimarahi dan diusir. Bahkan Adi mengaku dipukul mertuanya. Adi pun balas memukul menggunakan balok bambu sehingga mertua laki-lakinya mengalami luka robek di kepala hingga harus menerima 4 jahitan.

"Saya emosi. Saya balas pukul kedua mertua saya. Saya menyesal atas kejadian ini," kata Adi.

Adi mengaku menganiaya orang tuanya demi melindungi istrinya. Awalnya istrinya mau diajak kembali ke rumah. Namun istrinya kemudian diseret mertuanya untuk tidak keluar rumah.

"Dari situ lah timbul cek-cok hingga terjadi pertengkaran hebat," tambah Adi.

Adi menjelaskan mertua laki-lakinya terkena hantaman balok bambu pada bagian kepala hingga harus menerima jahitan. Sedangkan mertua perempuan dipukul pada lengan kirinya dan hanya mengalami luka lebam. Sedangkan dirinya juga terkena pukul balok bambu pada pelipis kiri.

Sementara kedua mertua Adi mengatakan bahwa mereka meminta anaknya tinggal di rumah mereka karena baru saja melahirkan secara sesar. Jika suami anaknya memaksanya pulang, maka tidak ada yang akan merawat anaknya nantinya.

"Habis operasi sesar setelah melahirkan, karena luka saya bawa ke rumah untuk dirawat karena luka masih belum sembuh. Saya larang untuk dibawa pulang karena nanti tidak ada yang merawat. Dia malah marah - marah dan tega memukul ibu dari istrinya sendiri. Saya membela istri saya, malah saya dipukul kepala hingga luka robek," kata Syaiful.

Polisi masih melakukan mediasi terhadap kasus ini karena pelaku mempunyai bayi yang baru dilahirkan sehingga ada tanggungan untuk dinafkahi. Hanya saja, jika korban tetap bersikukuh maka proses hukum akan terus dilanjutkan hingga persidangan.

"Ini kasus salah paham dan masalah keluarga. Kita mediasi terlebih dahulu agar kasus ini, bisa menempuh jalan damai atau kekeluargaan. Namun jika korban menolak, terpaksa kasus hukum akan dilanjutkan prosesnya hingga ke meja hijau," kata Kapolsek Leces AKP Ahmad Gandi.

(iwd/iwd)