Suhu Udara Dingin Saat Kemarau di Surabaya, BMKG Sebut Ada Fenomena Bediding

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 10:01 WIB
Suasana gedung-gedung bertingkat yang diselimuti awan hitam di Jakarta, Kamis (24/6/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan wilayah Jakarta dan sekitarnya masih dilanda hujan dan hawa dingin di musim kemarau karena ada gangguan atmosfer Indian Ocean dipole mode yang masih negatif serta diperkirakan terjadi hingga akhir Juni. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Ilustrasi/Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA
Surabaya -

Suhu udara di Surabaya dan sekitarnya terasa lebih dingin dari biasanya. Bahkan, udara dingin ini lebih terasa saat malam hingga pagi. Apa yang terjadi?

Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Surabaya menyebut ada fenomena bernama bediding. Bediding adalah kondisi di mana pada malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dari biasanya. Fenomena ini disebut wajar terjadi saat kemarau.

"Hal ini termasuk hal yang wajar dan normal terjadi pada saat musim kemarau," kata Teguh saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya, Selasa (6/7/2021).

Teguh menambahkan bediding terjadi saat tutupan awan sedikit pada malam hari, bahkan tidak ada sama sekali. Pada malam hari, nilai radiasi matahari yang sampai ke bumi adalah nol.

"Jadi energi yang menghangatkan permukaan bumi adalah energi yang berasal dari gelombang panjang yang dipancarkan bumi," tambahnya.

Lalu, apa bila kondisi langit berawan, maka energi yang dipancarkan menuju angkasa sebagian akan dipantulkan kembali menuju bumi.

"Jika di langit tidak ada tutupan awan sama sekali, maka energi yang dipancarkan bumi akan lepas ke angkasa tanpa ada yang dipantulkan kembali ke bumi, sehingga suhu udara akan semakin dingin," tandasnya.

Sementara untuk prakiraan cuaca hari ini, suhu udara di wilayah Jawa Timur berkisar antara 15°C hingga 33°C. Sedangkan kelembaban udara 50 hingga 95% dan angin dominan dari Timur menuju Tenggara dengan kecepatan 05 sampai sampai 30 km/jam.

(hil/fat)