Wali Kota Surabaya Siapkan Sanksi untuk Mal yang Tolak PPKM Darurat

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 20:15 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

PPKM Darurat di Jawa-Bali resmi dimulai 3-20 Juli 2021. Salah satu poin di dalam aturan PPKM Darurat ialah pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan tutup.

Lalu, bagaimana jika pengusaha pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan menolak?

"Ketika itu dimunculkan pasti ada sanksinya," kata Wali Kota Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Kamis (1/7/2021).

Eri mengatakan, jika PPKM Darurat sudah dikeluarkan, sudah ditandatangani oleh presiden, maka yang bergerak bukan hanya pemerintah daerah. Pastinya TNI dan Polri juga turut bergerak.

"Kiro-kiro nek iki darurat, diambil alih TNI/Polri, onok sing buka, njenengan isok ngartekno dewe. Ayo, diapakno (Kira-kira kalau ini darurat, diambil alih TNI/Polri, ada yang buka, anda bisa mengartikan sendiri. Ayo, diapakan)," ujarnya.

Baca juga: Wagub Emil Persilakan Daerah Terapkan PPKM Darurat dengan Kearifan Lokal

Menurutnya, tidak mungkin diberlakukan PPKM darurat jika tidak benar-benar darurat. Bahkan kondisi Surabaya pun sudah darurat, seperti BOR RS yang sudah 100%.

"Ada yang mengatakan tidak darurat. Lihat itu BOR rumah Sakit, 100%. Semuanya 100%. Berarti kan sudah darurat. Tapi warga tidak pernah darurat. Gak onok COVID, gak onok darurat (Tidak ada COVID, tidak ada darurat). Omongane gitu. Ya memang di Surabaya bukan orang Surabaya, semua campuran kan. Ya sudah. Tapi mau, tidak mau," jelasnya.

"Saudara kita yang sudah meninggal piro saiki (Berapa sekarang)? 500 lebih dimakamkan secara prokes. Yang sakit sudah mencapai 2.800. Wes opo maneh (Ya sudah apalagi). Yang tidak darurat yang di mana. Memang sudah keputusan presiden, dijalankan," imbuhnya.

Namun, lanjut Eri, dia percaya bahwa warga dan pengusaha di Surabaya taat. Buktinya, saat PPKM Mikro harus tutup pukul 20.00 WIB, sudah banyak yang taat.

"Ini harus yakinkan pada warga dan pengusaha. Kita akan sosialisasikan-lah," pungkasnya.

Tonton juga Video: Ingat! Kontak Erat dengan Pasien COVID-19 Wajib Isoman

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)