Saat Pedagang Buka Lapak Pakaian Dalam di Depan DPRD Kota Blitar

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 17:44 WIB
Ada pemandangan tak biasa di depan gedung DPRD Kota Blitar. Para pedagang membuka lapak dagangan mereka berupa pakaian dalam dan lain-lain.
Saat pedagang di Kota Blitar demo/Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar -

Ada pemandangan tak biasa di depan gedung DPRD Kota Blitar. Para pedagang membuka lapak dagangan mereka berupa pakaian dalam dan lain-lain.

Belasan pedagang yang menyewa kios di Stadion Supriyadi menggelar demo. Mereka memajang deretan bra dan celana dalam, tepat di depan tembok yang bertuliskan Dewan Perwakilan Rakyat Kota Blitar.

Sejumlah poster juga mereka bawa. Di antaranya bertuliskan 'Pedagang Stadion Blitar Bersatu Kehilangan Kiosnya Legislatif-Eksekutif Mingkem Kabeh Gak Guna'. Dan 'Ketua Dewan Pean Mbelo Rakyat Opo Mbelo Juari'.

Aksi ini merupakan bentuk kekesalan mereka, karena selalu menemui jalan buntu terkait kios yang mereka sewa. Mereka tidak bisa menerima pemutusan kontrak sewa kios secara sepihak oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar.

"Ada 15 pedagang yang diputus kontrak secara sepihak. Tapi, yang tiga pedagang sudah diselesaikan secara adat," kata Koordinator Pedagang Stadion Blitar Bersatu, Yanti Tendel, Rabu (30/6/2021).

Bahkan ada di antara mereka yang mengaku telah membeli kios itu seharga Rp 63 juta, dari pemilik pertama. Mulyati, warga Sananwetan membeli kios itu tahun 2015. Namun karena jualan pakaian olahraga, Mulyati menyewakan kios itu kepada pedagang lain sebesar Rp 8,5 juta per tahun. Selama disewakan itu, Mulyati rutin membayar retribusi sebesar Rp 2,5 juta per tahun.

"Saya dibentak-bentak kok enak kowe tenguk-tenguk oleh duit semono. Padahal kalau setahun dihitung dari uang sewa dikurangi retribusi kan setahun saya cuma dapat Rp 6 juta. Lha kuncinya kios masih diminta mereka," tutur Mulyati dengan emosi.

Aksi sempat ditemui beberapa anggota dewan yang berniat memediasi pedagang dengan Diaspora. Namun koordinator pedagang menolak, karena menurut mereka sudah terlalu lama masalah ini berkepanjangan tanpa ada keputusan yang jelas.

Menanggapi aksi ini, Kepala Dispora Kota Blitar Juari mengatakan, pihaknya sepakat mengembalikan kios ke penyewa namun dengan syarat tegas.