COVID-19 di Surabaya Makin Ngegas, Antrean di RSLI Capai 213 Pasien

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 10:55 WIB
Pasien COVID-19 Varian India di RSLI Sembuh
Penanggungjawab RSLI Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya -

Kasus COVID-19 di Jawa Timur tengah mengalami lonjakan. Bed Occupancy Rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur di sejumlah rumah sakit hampir penuh. Salah satunya di RS Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.

Penanggungjawab RS Lapangan Indrapura RSLI, Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan ada 213an pasien COVID-19 yang sedang antre masuk untuk dirawat di rumah sakit.

Data terakhir pada Senin (28/6), ada 358 pasien yang dirawat di RSLI. Rinciannya, ada 62 Pekerja Migran Indonesia (PMI), 21 pasien klaster Madura dan pasien mandiri 277 orang.

"Namun masih ada sejumlah pasien inden atau antre masuk sebanyak 213 orang. Sedangkan kapasitas RSLI 410 bed," kata Nalendra di Surabaya, Selasa (29/6/2021).

Nalendra mengkhawatirkan kondisi tenaga kesehatan menyusul adanya lonjakan kasus COVID-19 yang mengakibatkan RSLI kebanjiran pasien. Nalendra menyebut RSLI sudah mencapai titik puncak kemampuan merawat.

Dengan kapasitas 410 bed, tingkat hunian sekarang telah mencapai kisaran 350-an pasien dan jumlah inden tembus di atas 200-an antrean.

"Yang jadi perhatian kami adalah kelelahan kawan-kawan nakes. Kita harus pahami bersama bahwa begitu nakes kelelahan, imunnya turun dan akan mudah terinfeksi," tambah Nalendra.

Untuk itu, Nalendra mengimbau semua pihak untuk lebih taat dan ketat dalam menjalankan protokol kesehatan. Terutama 5M ditambah 1 M yakni menghindari makan bersama. Selain itu, Nalendra berpesan masyarakat bisa meningkatkan imun dengan cara makan makanan bergizi, banyak protein, vitamin dari asupan buah-buahan.

Lalu, menjaga kebugaran tubuh serta pikiran agar rileks. Nalendra berpesan jika merasa sedikit lelah, harus segera istirahat agar imun kembali meningkat. Sedangkan bagi yang positif COVID-19 atau yang merasa mulai ada gejala COVID-19 ringan, sebaiknya melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Silakan melaporkan kondisi ke Puskesmas terdekat, nanti akan dibantu untuk menjalani isolasi mandiri, selain bisa pula mendapatkan informasi tentang panduan isolasi mandiri di situs COVID-19 pemerintah. Rumah sakit sudah banyak yang penuh, intensitas serta paparan covidnya semakin banyak dan sangat berpotensi menular," pesan Nalendra.

"Jaga selalu kesehatan masing-masing, bantu kami mengurangi beban rumah sakit beserta nakes dan relawannya, sehingga tetap dapat memberikan layanan bagi yang lebih membutuhkan," pungkasnya.

Simak juga 'Terjadi Antrean Jenazah Pasien COVID-19 di RSUD Bayu Asih Purwakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(hil/fat)