Kepala Puskesmas Licin, dr Nira Ista Dewi mengatakan saat ini ada 68 orang yang menghuni Balai Diklat Licin. 61 orang berasal dari klaster wali songo Jelun. Sedangkan sisanya adalah pasien OTG dari beberapa wilayah di Banyuwangi. Secara umum, kondisi semua pasien tersebut dalam keadaan sehat atau tidak membutuhkan penanganan isolasi.
"Ada anak-anak juga disana, sempat ada yang menangis begitu tahu positif, tapi mereka tetap harus diisolasi di sini," jelasnya kepada wartawan, Senin (28/6/2021).
Nira juga mengatakan akibat tambahan 61 pasien positif dari klaster ziarah Wali Songo, Balai Diklat harus menutup akses untuk tambahan pasien.
"Jumlah kapasitas maksimal yaitu 68 bed sudah terisi penuh setelah tambahan pasien dari klaster wali songo," pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, Balai Diklat PNS Licin masih bisa dioptimalkan. Karena beberapa ruangan masih kosong.
"Balai Diklat masih ada ruangan kosong. Salah satunya Aula. Memang saat ini bed ada 68. Tapi bisa ditambah menjadi 90," ujarnya kepada wartawan.
Sementara penambahan ruangan juga bakal dibutuhkan tempat tidur untuk tempat isolasi. BPBD Banyuwangi memiliki banyak tempat tidur yang akan difungsikan sebagai tempat tidur masyarakat yang melakukan isolasi mandiri terpusat di Balai Diklat PNS Licin.
"Kita minta ke BPBD. Disana banyak bed yang nantinya akan digunakan pasien isolasi," pungkasnya. (iwd/iwd)