Wisata Sepi, Pokdarwis di Banyuwangi Banting Setir Budidayakan Lobster

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 27 Jun 2021 23:40 WIB
Pelaku wisata di Banyuwangi banting stir ke budidaya lobster air laut. Hasilnya, mereka bisa ekspor lobster ke beberapa negara sepeti Vietnam, Singapura dan China.
Budidaya lobster di Banyuwangi/Foto: Istimewa
Jakarta -

Pelaku wisata di Banyuwangi banting setir ke budidaya lobster air laut. Hasilnya, mereka bisa ekspor lobster ke beberapa negara seperti Vietnam, Singapura dan China.

Sepinya kunjungan wisata membuat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Bahari membudidayakan lobster. Mereka memanfaatkan laut di Pantai Grand Watudodol, sebagai tempat penangkaran lobster dasar laut semi asli. Ombak dan gelombang yang sedikit besar sangat cocok bagi budidaya lobster semi alami.

"Di Wilayah Watudodol ombak dan gelombangnya besar. Makanya pakai keramba dasar ini bagus untuk lobster," ujar Abdul Azis, Ketua Kelompok Sadar Wisata Pesona Bahari kepada wartawan, Minggu (27/6/2021).

Mereka menggunakan model keramba dasar laut. Karena mereka menilai budidaya lobster di daerah perairan dengan ombak besar kualitasnya tidak kalah dengan lobster yang dipanen dari alam liar.

Setiap empat bulan sekali, Pokdarwis ini mampu memanen sedikitnya satu kuintal lobster di setiap keramba yang kualitasnya mampu menembus pasar ekspor.

"Sudah hampir setahun dan sudah panen. Kita ekspor di beberapa negara. Vietnam, Singapura dan China," ujarnya.

Menurutnya, untuk membudidayakan lobster di perairan Selat Bali ini tergolong mudah. Mereka cukup menyiapkan keramba berukuran tiga kali tiga meter yang nantinya ditenggelamkan di dasar laut sedalam 10 meter. Benih lobster kemudian dimasukkan dalam keramba itu. Mereka juga tetap harus rutin memberi makan lobster ini.

"Per harinya lima kilogram pakan ikan maupun kerang laut ditebar di keramba untuk dijadikan pakan lobster di setiap kerambanya," tambahnya.

Kondisi perairan Selat Bali yang berarus deras, menjadi tantangan tersendiri dalam membudidayakan lobster di kawasan ini. Sebab saat memberi makan, mereka harus menyelam hingga kedalaman 10 meter.

"Ya harus menyelam. Ada alat penyelam sambil diving kita kasih makan lobster," tambahnya.

Menurutnya, adanya budidaya lobster ini tidak hanya mampu membantu perekonomian nelayan setempat di tengah terpuruknya sektor pariwisata saat pandemi. Adanya budidaya lobster keramba dasar laut di kawasan ini juga bisa menjadi sarana edukasi bagi nelayan lain maupun para wisatawan yang datang di kawasan ini.

"Sebenarnya kami tidak tutup. Kami masih buka. Tidak hanya edukasi terumbu karang, tapi juga ada edukasi lobster di perairan yang ada saat ini kita kerjakan," pungkasnya.

(sun/bdh)