Peringatan Yadnya Kasada di Bromo Digelar Sederhana Saat Lonjakan Kasus COVID-19

M Rofiq - detikNews
Sabtu, 26 Jun 2021 12:49 WIB
Probolinggo -

Warga suku Tengger menggelar ritual Yadnya Kasada 1943 Saka. Perayaan yang digelar kali kedua di masa pandemi COVID-19 itu, berlangsung tertutup dan sederhana.

Perayaan Hari Raya Nyadnya Kasada, digelar oleh warga suku Tengger di 4 kabupaten, Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang dan Kabupaten Probolinggo, di Pura Poten Luhur di lautan pasir Gunung Bromo, Sabtu (26/6/2021) dini hari. Larung sesaji digelar sekira pukul 05.00 WIB atau sebelum matahari terbit. Dengan membawa yang berisi hasil bumi dan ternak, warga melarung sesaji itu ke Kawah Gunung Bromo.

Uniknya, saat larung sesaji di lempar ke kawah Gunung Bromo, banyak warga yang menunggu di tepi kawah. Tanpa ada rasa takut sedikitpun mereka berebut untuk mendapatkan sesuatu yang ada di dalam sesaji.

"Ritual Kasada, selalu diperingati oleh warga Hindu Tengger Bromo, untuk selalu ingat kepada leluhurnya, dan memberikan sesaji untuk sesembahan leluhur, yang memberikan kenikmatan rejeki hasil tanam melimpah, dan diberi kesehatan, kami berharap sang pencipta alam, agar segera mencabut penyakit COVID- 19 dari muka bumi, agar umat manusia bisa kembali hidup normal seperti sedia kala," ujar dukun pandita, Sumo, saat dikonfirmasi.

Baca juga: Panitia Yadnya Kasada hingga Dukun Adat Swab Antigen di Lautan Pasir Bromo

Akhirnya, pasutri ini, bertapa dan berjanji pada Sang Hyang Widi, jika mempunyai anak banyak, maka anak yang terakhir akan di korbankan ke kawah Gunung Bromo. Saat itulah anak terakhir pasangan pasutri tersebut, hilang di Gunung Bromo. Nyadnya Kasada, merupakan hari besar warga suku Hindu Tengger Bromo. Sejarah adanya Nyadnya Kasada sendiri berawal dari kisah Roro Anteng dan Joko Seger, keduanya pasangan suami istri. Joko Seger merupakan anak manusia yang berwibawa dan berbudi luhur, sedangkan Roro Anteng merupakan titisan dewi. Pasangan suami istri tersebut lama tak mempunyai keturunan.

"Ini sebagai bentuk penghormatan ke leluhurnya. Kita mengorbankan hasil bumi berupa sayur mayur dan lain sebagainya ke kawah Gunung Bromo pada bulan Kasada kalender suku Tengger," tandasnya.

Lilis Indraini, salah satu warga suku Tengger Bromo berharap, doa pada Kasada pada tahun ini segera terkabul. Salah satunya adalah agar pendemi COVID- 19, segera berakhir. Supaya ekonomi khususnya pada sektor pertanian dan pariwisata kembali pulih.

"Memberikan sesaji di setiap Hari Raya Nyadya Kasada, ke nenek moyangnya, karena limpahan rejeki yang diberikan, dan khusus tahun ini, umat hindu Tengger Bromo, berdoa agar penyebaran COVID- 19, segera selesai, agar perekonomian semua lini bisa kembali normal" tegas Lilis, saat dikonfirmasi.

(fat/fat)