Keterisian Bed COVID-19 di Ponorogo Hanya Tersisa 4, ICU Sisa 3

Charoline Pebrianti - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 16:55 WIB
RSUD dr Harjono Ponorogo
RSUD dr Harjono Ponorogo (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo -

Tingginya warga yang terpapar COVID-19 membuat Ponorogo menjadi zona merah. Bahkan saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) ICU tersisa 3 bed atau terisi 85,71 persen dari kapasitas 21 bed.

Sedangkan BOR rumah sakit tersisa 4 bed atau terisi 96,97 persen dari kapasitas 132 bed. Kemudian BOR rumah karantina tersisa 29 bed atau terisi 60,81 persen dari kapasitas 74 bed.

Sekda Ponorogo Agus Pramono menjelaskan penetapan zona merah Ponorogo karena ada 10 elemen penyebab. Di antaranya jumlah BOR ICU dan BOR isolasi yang disorot.

"BOR ICU kita tambah 13. Sedangkan BOR isolasi tambah 113," terang Agus kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Selain itu, tingkat kematian akibat COVID-19 di Ponorogo dipandang tinggi. Sedangkan tingkat kesembuhan masih rendah. Dari peta epidemiologi COVID-19, Ponorogo masuk status risiko tinggi dengan skor 1,77.

"Sampai hari ini ada yang positif (kasus aktif) 148 orang," ujar Agus.

Pun juga, penyumbang kasus COVID-19 juga disebabkan dari klaster Nakes, hajatan serta arisan. Pihaknya pun saat ini sesuai dengan SE Bupati, melarang kegiatan hajatan, arisan, yasinan maupun dzikir fida.

"Ini kita tutup sementara sampai 5 Juli, nanti kita evaluasi lagi. Mudah-mudahan tidak lama di zona merah," imbuh Agus.

Selain itu, untuk menghindari kerumunan. Salah satu aturan dengan menerapkan pengaturan jam malam di seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo, dimulai pukul 21.00 WIB hingga 03.00 WIB dan akan dilakukan pemadaman Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan protokol di dalam kota.

"Data warga yang positif dari hasil rapid antigen sekarang sudah tidak rahasia lagi, sebab nanti saya share ke camat, camat nanti share ke kades dan RT untuk dilakukan pengawasan demi menjalankan PPKM Mikro," pungkas Agus.

(iwd/iwd)