Bukan Mama Minta Pulsa, di Lamongan Guru Minta Pulsa Sasar Siswa SMP

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 21:33 WIB
Ilustrasi Penipuan Mama Minta Pulsa
Foto: Subastian Basith
Lamongan -

Bukan mama minta pulsa, tapi guru minta pulsa. Modus baru itu dilakukan penipu yang menyasar pelajar dengan mencatut nama guru. Penipu menelepon puluhan pelajar salah satu SMP di Lamongan untuk meminta pulsa.

Informasi yang dihimpun, penipuan dengan mencatut nama guru ini terjadi pada puluhan pelajar SMPN 1 Lamongan. Modusnya, pelaku yang memakai nomor 081223849xxx, 082284848xxx, dan 0885277015xxx mencatut nama guru SMPN 1 Lamongan. Kemudian mereka menghubungi para siswa SMPN 1 Lamongan dan meminta pulsa kepada para siswa. Setidaknya, 3 nama guru dicatut untuk meminta pulsa melalui telepon.

Ketika menelepon, penipu menyebutkan nama korban yang adalah para pelajar. Puluhan siswa ini heran karena si penelepon langsung menyebut nama siswa yang ditelepon. Setelah telepon diterima calon korbannya, pelaku kemudian menyebutkan bahwa ia adalah guru SMP Negeri 1 Lamongan. Pelaku langsung meminta korban untuk mengirim pulsa.

"Saya awalnya ditelepon dulu, kemudian mengaku guru SMP negeri bernama (menyebut nama," kata salah seorang siswa kelas IX, yang menjadi calon korban.

Kepada semua calon korbannya, pelaku hanya meminta pulsa. Waktu menelepon korban juga beragam, ada yang siang, malam, bahkan dini hari.

"Ada teman saya pukul 01.00 WIB ditelepon, semuanya sama, maunya minta pulsa, " ungkap ketua OSIS SMP Negeri 1 Lamongan, Naufal Yudhistira..

Naufal mengaku juga sempat ditelepon tapi tidak mengindahkan permintaan pulsa tersebut. Naufal menyebut, hingga saat ini belum mendengar ada yang sampai jadi korban pelaku. Modus yang dilakukan penipu dengan menyasar siswa ini cepat menyebar dan terjadi pada puluhan siswa sehingga siswa pun mengambil kesimpulan bahwa telepon minta pulsa itu adalah modus penipuan.

"Para siswa meyakini tidak mungkin ada guru berperilaku minta-minta pulsa kepada siswa," aku Naufal.

Kejadian ini langsung didengar oleh para guru. Dewan guru juga langsung menginformasikan lewat grup masing-masing kelas untuk tidak mempercayai penelepon yang mengatasnamakan guru yang meminta pulsa tersebut.

"Mohon hati-hati, penipu telepon ke putra-putri minta pulsa," kata salah seorang guru.

(iwd/iwd)