COVID-19 Paksa Pasangan Kekasih di Magetan Ini Bertunangan di Balai Desa

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 14:21 WIB
tunangan di balai desa karena covid-19
Pasangan kekasih ini bertunangan di balai desa karena COVID-19 (Foto: Dok. Kepala Desa Pupus)
Magetan -

Pasangan kekasih di Magetan ini terpaksa melangsungkan pertunangan di kantor balai desa setempat. Pertunangan itu terpaksa digelar di balai desa karena COVID-19

Pasangan kekasih yang bertunangan itu adalah Kriswanto (23), warga desa Duwet, Bendo, yang bertunangan dengan pujaan hatinya, Tristia Devi Aldina (20), warga Desa Pupus, Lembeyan. Pertunangan itu digelar pada Selasa (22/6) malam .

"Betul itu warga saya melangsungkan pernikahan di kantor balai desa karena ada salah satu keluarga yang positif COVID-19," ujar Kepala Desa Pupus, Tumiran, saat dikonfirmasi detikcom Kamis (24/6/2021).

tunangan di balai desa karena covid-19Pasangan kekasih yang bertunangan (Foto: Dok. Kepala Desa Pupus)

Pasangan kekasih yang bertunangan di balai desa tersebut, kata Tumiran, sebelumnya sudah melakukan persiapan acara pertunangan di rumah sang wanita. Namun karena salah satu keluarga dari sang wanita diketahui terpapar COVID-19, lanjut Tumiran, pihaknya berkoordinasi dengan tim satgas COVID-19.

"Sebelumnya pihak keluarga meminta izin untuk mengelar pertunangan putrinya di rumah. Namun kami tidak mengizinkan karena salah satu keluarga ada yang positif COVID-19. Jadi tim satgas COVID-19 mengambil langkah tunangan tetap berlangsung tapi di balai desa," jelasnya.

Tumiran mengatakan, keluarga yang dinyatakan terpapar COVID-19 adalah nenek dari sang wanita. Nenek dari sang wanita sendiri menjalani isolasi mandiri.

"Yang positif itu nenek dari sang wanita yang bertunangan. Sebelumnya nangis karena mau tunangan kok neneknya positif COVID-19, akhirnya saya carikan solusi tunangan di balai desa," papar Tumiran.

"Pada saat pelaksanaan pertunangan, kita tetap terapkan prokes ketat termasuk mewajibkan kedua belah pihak dapat menunjukkan keterangan bebas COVID-19, dengan tes antigen dan swab. Pihak pendamping dari perempuan hanya paling banyak 5 orang dan pendamping laki laki 10 orang. Total hanya 15 orang yang ikut," tandas Tumiran.

(iwd/iwd)