36 Anak di Kota Surabaya Positif COVID-19, Dari Mana Penularannya?

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 11:36 WIB
Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara
Kabag Humas Pemkot Surabaya (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Kasus COVID-19 di Kota Surabaya saat ini tengah meningkat. Hingga per Rabu 23 Juni kasus aktif ada 350 orang. Selain orang dewasa, puluhan anak-anak Surabaya pun juga terpapar Corona.

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, berdasarkan data dinkes ada 36 anak positif COVID-19. Terbanyak usia 16-18 sebanyak 13 kasus dan disusul usia 3-6 tahun dengan 12 kasus.

"Kasus aktif COVID-19 pada anak antara per tanggal 22 Juni usia 0-18 tahun ada 36 kasus. Ada yang usia 0-2 tahun 2 kasus, 3-6 tahun 12 kasus, 7-12 tahun 8 kasus, 13-15 tahun 1 kasus- 16-18 tahun 13 kasus," kata Febri saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/6/2021).

"Rata-rata kasus aktif pada anak ini, kondisinya OTG, tanpa gejala ya," tambahnya.

Febri menjelaskan rata-rata anak usia 0-12 tahun terpapar dari orang tua. Hal tersebut didapati dari hasil tracing yang dilakukan Dinkes Surabaya.

Baca juga: Dalam Sehari, Jumlah Pasien COVID-19 di Situbondo 55 Orang

"Rata-rata yang anak-anak khususnya usia 0-6-12 tahun dari orang tua, karena mungkin habis kerja atau aktivitas luar tidak langsung mandi, bersih-bersih diri, tapi langsung menyapa anaknya. Dari hasil tracing seperti itu," jelasnya.

Sementara untuk anak usia di atas 12 tahun, lanjut Febri, kemungkinan karena kurangnya pengetahuan akan protokol kesehatan. Meski usianya masih muda, bukan berarti tidak bisa terpapar virus COVID-19, justru rentan menulari.

"Di atas 12 tahun mungkin kurangnya pengetahuan akan prokes, anak-anak muda perlu diantisipasi kesadaran. Meski masih muda tapi sangat rentan dalam penularan," ujarnya.

Saat ditanya apakah ada peningkatan kasus pada anak, Febri mengatakan hal itu bersifat dinamis. Saat kasus melonjak, maka juga berpengaruh pada anak.

"Ini sifatnya dinamis. Yang terjadi anak terpengaruh oleh orang tua. Ketika kasus terjadi lonjakan, otomatis pengaruh juga terhadap anak," pungkasnya.

Simak video 'Kemenkes: Ada Kecenderungan Varian Delta Menular ke Anak-anak':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)