Antisipasi Penyebaran COVID-19 Melonjak, Satgas Lamongan Larang Hajatan

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 18:04 WIB
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Antisipasi peningkatan penyebaran COVID-19 di Lamongan, Satgas memberlakukan pengetatan perpanjangan PPKM Mikro. Salah satunya, melarang penyelenggaraan hajatan hingga ada evaluasi lebih lanjut.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran sebagai langkah antisipasi.

"Hasil rapat Satgas COVID-19 Lamongan, hari ini kami mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati dan juga menindaklanjuti Instruksi Mendagri," kata pria yang juga Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes ini.

Dia menambahkan pihaknya akan mengoptimalkan PPKM Mikro ini. Selain melarang hajatan, pihaknya juga membatasi kegiatan keagamaan hingga 25 persen.

"SE ini terkait upaya untuk mengoptimalkan posko penanganan COVID-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran COVID-19 berdasarkan hasil rapat Satgas COVID-19 Lamongan 21 Juni, serta memperhatikan eskalasi penyebaran kasus COVID-19 di Lamongan," ujarnya.

Pihaknya juga memberlakukan atau mengaktifkan kembali Kampung Tangguh dengan wajib menerapkan penyekatan arus keluar masuk baik desa dan kecamatan. Desa atau kelurahan, wajib menyediakan ruang-ruang isolasi yang ada di desa atau di kecamatan sebagai langkah antisipasi untuk warga yang dinyatakan positif COVID-19 namun tanpa gejala.

"SE ini juga memberlakukan pembatasan jam malam maksimal hingga pukul 20.00 WIB dan pembatasan pengunjung sebesar 25 persen dari kapasitas ruangan terhadap rumah makan, warung-warung, kafe dan swalayan, hal ini berlaku juga untuk aktivitas warga yang berpotensi terjadi kerumunan massa," tandasnya.

Dirinya mengajak masyarakat menaati peraturan pemerintah untuk melakukan jaga jarak fisik dan sosial serta wajib memakai masker jika keluar rumah. Masyarakat diimbau di rumah saja dan keluar rumah seperlunya saja. "Tetap waspada dan bersama-sama kita putus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan melakukan 5M," pungkasnya.

(fat/fat)