Kapolda Jatim Sebut Kunci Tangani COVID-19 Bangkalan Ada di Warga Taat Prokes

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 12:26 WIB
Kapolda Jatim Blusukan ke Bangkalan bertemu bupati dan forkopimda
Kapolda Jatim saat di Bangkalan (Foto: Dok Polda Jatim)
Surabaya -

Kasus COVID-19 di Bangkalan Madura tengah menjadi sorotan karena terus melonjak. Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengatakan salah satu kunci menangani COVID-19 di Bangkalan ada di warga yang harus menaati protokol kesehatan.

"Kalau masyarakat tertib mau mengikuti prokes, mau mengikuti aturan, saya kira ini bisa kita hadapi, karena saya yakin kunci dari menghadapi COVID-19 ini yaitu, patuh prokes dan ikuti aturan yang sudah ada," kata Nico di Surabaya, Selasa (22/6/2021).

Untuk itu, Nico berharap langkah pemerintah memutus mata rantai penularan COVID-19 bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat. Nico menyebut masyarakat bisa mendukung pemerintah dengan lebih menaati protokol kesehatan.

"Tujuan penyekatan antara lain penanggulangan COVID-19, yang kita ketahui sendiri sekarang masih berkembang, khususnya di wilayah Bangkalan dan juga Surabaya, itu menjadi atensi kami dari Forkopimda baik saya, Pangdam, Pak Sekda," imbuhnya.

Sementara saat ini, kepatuhan masyarakat Madura mulai membaik.

"Kami mengharapkan baik Sampang, Pamekasan, Sumenep, itu masyarakatnya juga saya lihat baik. Terbukti dari sekarang, vaksinasi yang dilaksanakan Sumenep hari ini bisa lebih dari dua ribu. Kemudian Sampang kemarin seribu yang vaksinasi. Sehingga sudah tumbuh kesadaran masyarakat terkait dengan bahaya COVID-19," papar Nico.

Tak hanya itu, Nico juga menyampaikan, di Bangkalan sudah banyak warga yang mengajukan diri untuk mengikuti swab dan vaksinasi. Sedangkan terkait Surat izin keluar masuk (SIKM), Nico mengatakan sudah diberlakukan sejak kemarin di penyekatan Jembatan Suramadu.

Pengendara dari Madura hanya perlu menunjukkan SIKM yang berlaku selama tujuh hari untuk masuk ke Surabaya. Nico mengatakan kebijakan ini untuk memudahkan masyarakat Madura yang hendak ke Surabaya. Selain memudahkan, hal ini merupakan solusi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

"Sementara ini Bupati mengeluarkan SIKM, ini tujuannya penanggulangan COVID-19, masyarakat sebagian ada yang setuju, sebagian tidak. Tetapi lebih luasnya ini semua dilaksanakan dalam rangka penanggulangan COVID-19," tandasnya.

"Marilah kita sama-sama bahu membahu dalam penanggulangan COVID-19 ini, peran serta dukungan dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan, aparat pemerintah baik satgas COVID-19, TNI dan Polri tidak akan berhasil menangani pandemi ini tanpa dukungan peran serta masyarakat, kita sama sama berusaha dengan segala upaya agar pandemi ini dapat berakhir," ajak Nico.

(hil/iwd)