Kasus COVID-19 Melonjak, Banyuwangi Gercep Tambah Kapasitas Bed RS

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 20:35 WIB
Forkpimda Banyuwangi menggelar rapat koordinasi (rakor) perkembangan dan penanganan COVID-19 secara virtual
Forkopimda Banyuwangi rakor perkembangan COVID-19 (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Kenaikan kasus aktif COVID-19 terjadi di berbagai daerah di Tanah Air, termasuk Banyuwangi. Jajaran Forkpimda Banyuwangi menggelar rapat koordinasi (rakor) perkembangan dan penanganan COVID-19 secara virtual.

Rapat dihadiri Ipuk, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Yuli Eko, Wakapolresta AKBP Didik Hariyanto, para kepala OPD, dan jajaran camat di Pendopo Banyuwangi, Senin (21/6/2021).

"Kita butuh bekerja bersama-sama agar Banyuwangi tidak sampai mengalami ledakan. Ini antisipasi demi kebaikan kita bersama," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada detikcom.

Meskipun berdasarkan Laporan Monitoring Satgas COVID-19 Pusat tingkat kepatuhan protokol kesehatan Banyuwangi menempati peringkat empat dalam memakai masker, dan peringkat enam dalam menjaga jarak di Jawa Timur, Ipuk meminta semuanya tetap harus waspada dan tidak boleh lengah.

Sebagai upaya antisipasi lonjakan kasus COVID-19, Ipuk mengatakan, terdapat beberapa hal yang akan dilakukan. Di antaranya menambah kapasitas tempat tidur. Ipuk menjelaskan, untuk rasio okupansi tempat tidur non-ICU, saat ini di Banyuwangi berkisar 44 persen. Adapun yang untuk ICU sudah sebesar 70 persen.

"Tadi kami susun upaya menambah untuk antisipasi. Tapi semoga kasus segera melandai, sehingga penambahan tempat tidur di rumah sakit tidak diperlukan," ujar Ipuk.

Sebagai upaya penegakan prokotol kesehatan, Ipuk meminta jajaran satgas kecamatan dan desa untuk bergerak aktif mengajak warga menerapkan prokes dengan baik.

Sejalan dengan itu, vaksinasi juga terus dilakukan. Banyuwangi adalah kabupaten dengan penyerapan vaksin tertinggi di Jatim. "Vaksinasi sebagai ikhtiar agar kekebalan komunal sebagaimana yang diharapkan. Kita terus lakukan sembari menunggu droping baru dari pemerintah pusat," kata Ipuk.

Sementara itu, Wakapolresta AKBP Didik Hariyanto juga meminta warga untuk terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Jangan meremehkan," ujarnya

Didik menambahkan, pihaknya bakal akan terus memperkuat kegiatan PPKM Mikro di wilayah Desa. Karena kebanyakan klaster COVID-19 berada di wilayah Desa.

"Kita akan perketat. Bila perlu di tambah petugasnya," pungkasnya.

(fat/fat)