BOR RS Banyuwangi Melonjak 44 Persen, Kasus Aktif Per Hari 30 Orang

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 20:13 WIB
Ilustrasi Pasien COVID-19
Foto: Fakhry/Infografis detikcom
Banyuwangi -

Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit rujukan COVID-19 di Banyuwangi meningkat. Kenaikannya hingga mencapai 44 persen. Untuk rasio okupansi tempat tidur non-ICU, saat ini di Banyuwangi berkisar 44 persen. Adapun untuk ICU sudah sebesar 70 persen

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Widji Lestariono membenarkan meningkatnya BOR di Banyuwangi. Jika sebelumnya, di angka belasan hari ini sudah di angka 44 persen dengan total bed 203.

"BOR meningkat, dulu belasan persen, sekarang 44 persen, dari total 203 bed," ujarnya kepada detikcom, Senin (21/6/2021).

Saat ini, kata pria yang juga Jubir Satgas COVID-19 Banyuwangi ini, bahwa dalam 2 minggu terakhir kasusnya terus naik. Angka hariannya di atas 30 kasus dalam sehari.

"Penyebabnya ya karena masyarakat tak patuh prokes. Akhirnya meningkat," tambahnya.

Baca juga: Usai Didemo, Wali Kota Eri Usulkan Penyekatan Tingkat Desa ke Gubernur

Sementara untuk prosentase kasus kematian akibat COVID-19 di Banyuwangi meningkat 10,1 persen. Sebanyak 701 warga Banyuwangi meninggal dunia karena COVID-19 dari total mencapai 6.902 orang terpapar, sejak pandemi tahun 2020. Namun hampir semua pasien yang meningga ada di rumah sakit.

"Jadi memang jumlah kematian tinggi itu, kita lihat hampir semua meninggal di rumah sakit. Saat inj meningkat hingga 10,1 persen," ujarnya.

Menurutnya, pasien yang meninggal dunia ini datang ke rumah sakit dengan kondisi parah. Mereka awalnya adalah orang tanpa gejala dan tak merasa terserang COVID-19. Namun, tiba-tiba kondisi mereka memburuk karena virus menyerang saluran pernafasan lebih dalam.

"Maka terjadi percepatan dalam perkembangan kerusakan organ pernafasannya. Itu lah mengapa, jika sudah mengenai paru-paru cepat ke kematian," kata dia.

Ia mengatakan masyarakat yang terpapar COVID-19 agar ke rumah sakit jika merasa kondisinya memburuk.

"Kembali ke edukasi masyarakat dan kesadaran untuk bisa mengetahui dan menerima dirinya terserang COVID-19," pungkasnya.

Tonton video 'Kasus Corona di RI Tembus 2 Juta!':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)