Round-Up

Soal Aksi Perusakan Pos Penyekatan Suramadu yang Viral

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 08:05 WIB
Viral Warga Madura Terobos dan Rusak Pos Penyekatan Suramadu
Kursi dan meja rusak karena warga Madura menerobos penyekatan di Suramadu (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Video ratusan warga Madura menerobos pos penyekatan di Jembatan Suramadu viral di aplikasi percakapan WhatsApp. Tak hanya menerobos, mereka juga merangsek masuk dan merusak pos penyekatan.

Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari. Warga dalam video viral ini menerobos dan merusak pos penyekatan karena enggan melakukan swab antigen.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah kursi-kursi hingga meja yang rusak dan berserakan. Bahkan kertas-kertas data warga yang sudah diswab juga berserakan.Dua video viral yang menyebar.

Video pertama berdurasi 51 detik memperlihatkan aksi warga yang memaksa masuk ke pos penyekatan Suramadu hingga petugas gabungan kewalahan. Terlihat, para warga ini merangsek masuk untuk mengambil KTP mereka.

"KTP... KTP.... kita lolos," kata suara dalam video yang diterima detikcom di Surabaya.

Lalu, video kedua berdurasi 43 detik menunjukkan sejumlah kursi hingga meja di pos penyekatan Suramadu rusak. Ada pula sejumlah tenaga kesehatan yang menggunakan APD tampak mengamankan alat-alat untuk swab antigen.

Dalam video tersebut, para petugas mencoba menghalau massa. Namun, massa yang terlalu banyak membuat sejumlah petugas perempuan menepi.

Viral Warga Madura Terobos dan Rusak Pos Penyekatan SuramaduWarga Madura Terobos dan Rusak Pos Penyekatan Suramadu/ Foto: Istimewa

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, penyekatan di Suramadu mulanya berjalan seperti biasa. Namun pada pukul 02.00 WIB, volume kendaraan khususnya roda dua mulai bertambah banyak, tak seperti biasanya.

"Kemudian pukul 03.00 WIB lebih banyak lagi volumenya. Sementara pelaksanaan kegiatan pos penyekatan ini tentunya untuk masyarakat biar sehat, kita sudah melaksanakan sesuai SOP yang ada. Kita laksanakan 1x24 jam untuk mereka yang belum swab atau memiliki surat rapid test antigen," kata Ganis kepada wartawan kepada wartawan di penyekatan Suramadu, Jumat (18/6/2021).

Ganis menjelaskan, alasan puluhan pengendara yang merangsek masuk ke pos penyekatan ini karena ingin cepat dilayani. Namun, aksi mereka membuat sejumlah kursi dan meja menjadi rusak dan berserakan.

"Tidak sabar, buru-buru. Sehingga terjadi salah paham. Namun kami aparat yang ada di sini segera mengurai kepadatan tersebut. Kepada pihak yang tadi kita beri pelayanan, saat ini sedang kita tindak lanjuti," jelasnya.

"Alasannya cepat-cepat, buru-buru untuk bekerja. Semua ingin cepat ingin dilayani karena mengejar bekerja. Kita sampaikan, jika mengetahui rapid antigen berlaku 2x24 jam. Kemudian mereka kembali mengetahui surat rapid mau habis sementara pos penyekatan 24 jam. Silahkan minta dilayani supaya besok tidak terjadi penumpukan," jelas Ganis.

Tak hanya itu, Ganis mengatakan Polres Pelabuhan Tanjung Perak pun menindaklanjuti aksi perusakan berujung kericuhan itu.

"Sedang kita tindaklanjuti. Kepada pihak yang tadi kita beri pelayanan dan saat ini sedang kita tindaklanjuti," kata Ganis.

Tonton video 'Geger Video Warga Madura Rusak Pos Penyekatan Suramadu':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2