Bahaya, Satgas Sebut Varian Corona India di Jatim Sudah Transmisi Lokal

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 20:56 WIB
Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim Dr Joni Wahyuhadi
Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim Dr Joni Wahyuhadi (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Satgas COVID-19 Jatim mengkonfirmasi ada tambahan 5 kasus baru mutasi virus Corona varian India B1617.2 atau varian Delta di Jatim. Total sudah ada 8 kasus Corona varian India di Jatim.

Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim Dr Joni Wahyuhadi mengatakan penyebaran Corona varian India sudah masuk pada transmisi lokal di Jatim.

"Itu artinya transmisi lokal sudah terjadi. Ini virus dibawa orang dari luar negeri, datang ke sini dan menularkan saudara kita di sini. Kita periksakan di ITD, dan positif Corona varian India," ujar Joni di Bangkalan, Jumat (18/6/2021).

Joni menjelaskan varian India memiliki ciri khas yakni sangat cepat menyebar. Bahkan, masa inkubasinya relatif lebih pendek daripada COVID-19.

"Khas dari varian ini daya tularnya tinggi. Masa inkubasi cepat, masuknya kuman ke timbulnya gejala, pendek biasanya 7-14 hari, ini 2-6 hari. Penularan tinggi, makannya dari laporan, pasien yang terpapar varian India sudah mengalami gejala saat inkubasi baru 2-3 hari," terangnya.

Pria yang juga Dirut RSU dr Soetomo Surabaya ini menambahkan pihaknya masih menunggu sejumlah sample genome sequencing. Ia berharap tidak ada varian India lagi.

"Ada 129 sample dari kita, yang masih diperiksa. Semoga bukan varian India. Karena penularan cepat, PPKM mikro harus tegas diterapkan, prokes harus disiplin, proses isolasi harus ketat, dan dipisahkan," pungkasnya.

Di Jatim sendiri, total sudah ditemukan 8 kasus Corona varian India. Saat ini, 4 kasus dirawat di RSLI, 2 kasus di RSHU Surabaya, 1 kasus di RS Al Irsyad Surabaya, serta 1 kasus di RSUD Bojonegoro.

(iwd/iwd)