RSI Surabaya A Yani Punya 62 Bed untuk Pasien COVID-19, 61 Terisi

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 14:21 WIB
Kasus COVID-19 di Jatim terus naik. RS rujukan COVID-19 di Surabaya juga sudah ada yang hampir penuh dengan pasien COVID-19, seperti RSI Surabaya A Yani.
Dirut RSI Surabaya A Yani, dr Dodo Anando MPh/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Kasus COVID-19 di Jatim terus naik. RS rujukan COVID-19 di Surabaya juga sudah ada yang hampir penuh dengan pasien COVID-19, seperti RSI Surabaya A Yani.

Dirut RSI Surabaya A Yani, dr Dodo Anando MPh mengatakan, saat ini pihaknya tengah merawat 61 pasien COVID-19, dari kapasitas bed 62. Artinya hampir penuh.

"Sekarang ada 61 pasien dari kapasitas 62. Yang jelas KTP Surabaya sendiri kita hanya 32 (pasien COVID-19), KTP luar Surabaya 29. Hampir separuh orang luar Surabaya," ujar Dodo kepada detikcom, Jumat (18/6/2021).

Dodo mengatakan, pasien COVID-19 rujukan dari luar daerah didominasi Bangkalan. Namun ada pula pasien dari Jawa Tengah hingga Jambi. Dari 61 pasien, sekitar 15-25 persen warga Madura.

"61 pasien, 15-25 persen dari Madura. Tapi di RSI Surabaya A Yani ada yang dari Jateng juga KTP-nya 3, Jambi 1. Tapi RS kan tidak bisa milih pasien dan RS harus siap. Iya, ini kemarin total rujukan dari Bangkalan, waktu pasien masih 50 orang sekarang 61. Dua hari lalu sekitar 50-60 orang, dari Bangkalan 15 orang. Kemudian kemarin ada 2 yang kita rujuk ke RSU dr Soetomo. Itu klaster keluarga dan satunya agak berat. Hari ini tinggal 13 dari Madura," ujarnya.

"BOR (bed occupancy rate) jelas untuk COVID, ya mencapai penuh. Artinya utilitasnya sudah 95 persen pemakaian, sudah hampir 100 persen. Tapi kalau BOR itungannya lain, kalau BOR pada itungannya sendiri belum sampai full, sekitar 80 persen," imbuhnya.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jatim ini juga menjelaskan, pada Maret 2020-Februari 2021, kapasitas di RSI Surabaya A Yani ada 82 TT termasuk ICU 6 TT. Kemudian, pada Maret-April 2021, saat kasus COVID-19 sudah menurun cukup signifikan, maka bed Corona dikonversikan ke non-COVID-19.

"Kemudian, mulai 10 hari terakhir ini pasien meningkat terus. Setelah itu, RSI kita tingkatkan lagi. Jadi kita kembalikan lagi ke zona merah TT itu. Jadi kita siapkan 20, jadi totalnya ada 62 TT. 62, hari ini terisi 61. Hampir penuh. Kalau naik lagi ya kita konversi lagi, tambah lagi," jelasnya.

Jika nanti penuh pasien COVID-19, ruang isolasi akan dikonversi lagi seperti semula. Yakni menjadi 82 bed. Termasuk 25 relawan nakes yang sempat diperbantukan akan ditarik kembali.

"Kemarin sempat relawan kita berhentikan, relawan juga kita bayar, karena kemarin sudah menurun drastis. Sebanyak 25 relawan kita hentikan kemarin. Nah ini akan kita tarik lagi rencana seperti itu," pungkasnya.

(sun/bdh)