Kapolda Jatim Minta Penyekatan di Zona Merah COVID-19 Diperketat

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 11:26 WIB
Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Gubernur Khofifah
Kapolda, Gubernur Jatim dan Pangdam V/Brawijaya (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya -

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengharapkan pengetatan pada penyekatan perbatasan di zona merah. Hal ini dikatakan Nico saat rapat analisa dan evaluasi penanganan COVID-19 di Jatim.

"Dengan mengambil tindakan tegas, pengetatan dan pengawasan untuk mencegah penyebaran COVID-19," kata Nico di Surabaya, Jumat (18/6/2021).

Diketahui, zona merah di Jatim ada di Bangkalan. Saat ini, kasus COVID-19 di Bangkalan tengah terjadi kenaikan dengan adanya temuan varian delta dari India.

"Laksanakan analisa evaluasi secara rutin dengan menindaklanjuti hasil anev di tingkat provinsi sebagai acuan dalam pelaksanaan penanganan COVID-19," imbuhnya.

Tak hanya itu, Nico juga mengingatkan agar data pasien hingga sebaran COVID-19 harus selalu update dan sinkronisasi antara daerah dengan pemerintah provinsi. Hal ini nantinya akan dijadikan dasar untuk analisa dan evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro.

Selain itu, Nico mengatakan pihaknya akan berupaya melakukan 3T testing, tracing dan treatment secara konsisten. Lalu, mengecek ketersediaan BOR Isolasi, dan BOR ICU. Untuk vaksinasi massal juga harus terus dilakukan.

"Terus mengoptimalkan pelaksanaan operasi yustisi. Melaksanakan kegiatan COVID-19 hunter secara konsisten. Laksanakan segala penanganan dengan melibatkan tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang berasal dari daerah masuk zona merah, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penerapan protokol kesehatan," papar Nico.

Nico berharap upaya pemerintah ini mendapat dukungan dari masyarakat. Salah satunya, masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 5M.

"Harapan ke depan agar masyarakat disiplin dalam penerapan 5M, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker dan membatasi mobilitas. dan mau mengikuti program 3T sehingga angka COVID-19 dapat ditekan dan ekonomi kembali bangkit," harap Nico.

Sementara Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mengatakan pihaknya masih berfokus menangani kasus di Bangkalan.

"Memang untuk Jawa Timur masih fokus terhadap Bangkalan, setelah 11 hari atau 12 hari, lonjakan kasus mulai tanggal 5 Juni sampai sekarang tanggal 17 Juni ini masih belum ada penurunan untuk Bangkalan. Kita tadi rapat koordinasi agar kasus Bangkalan tidak menimpa ke daerah-daerah lain," papar Suharyanto.

"Langkah-langkahnya adalah peningkatan BOR atau Bed Ocupancy Ratio, kemudian penyekatan, vaksinasi nasional, dan penegakan protokol kesehatan. Ini pun harus terus digelorakan kepada masyarakat kita, dan khususnya mewaspadai terkait dengan adanya libur panjang," pungkas Suharyanto.

(hil/fat)