Belasan Titik Longsor Terjang Rumah hingga Jalan di Tulungagung

Adhar Muttaqin - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 19:15 WIB
Belasan Titik Longsor Terjang Rumah Hingga Jalan di Tulungagung
Longsor di Tulungagung (Foto: Istimewa)
Tulungagung -

Belasan titik tanah longsor terjadi dua kecamatan di Tulungagung. Akibatnya sejumlah ruas jalan putus total dan bangunan rumah warga mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung Soeroto, mengatakan dua kecamatan terdampak tanah longsor itu adalah Kecamatan Sendang dan Pagerwojo. Bencana alam dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan di Tulungagung selama dua hari terakhir.

"Kami masih melakukan pendataan, yang jelas ada rumah warga yang jebol dindingnya, kemudian ada beberapa titik material longsor yang menimbun badan jalan, sehingga aksesnya terputus," kata Soeroto, Kamis (17/6/2021).

Dari data yang dihimpun detikcom, desa-desa yang terdampak tanah longsor tersebut di antaranya Desa Nyawangan, Nglurup, Kedoyo serta Desa Sendang, Kecamatan Sendang. Sedangkan di Kecamatan Pagerwojo longsor menimpa rumah dan jalan di Desa Samar, Gambiran, Kradinan serta Desa Penjor.

Soeroto menjelaskan terkait bencana alam yang terjadi secara sporadis itu, pihaknya bersama Bupati Tulungagung Maryoto Birowo telah meninjau langsung beberapa titik longsor di Kecamatan, Sendang.

Menurutnya, di beberapa titik longsor di Tulungagung yang menimbun badan jalan raya, tidak bisa dilakukan pembersihan dengan cepat, sebab volume material longsor yang cukup banyak. Titik longsor itu di antaranya di jalan Desa Kedoyo, yang menghubungkan dengan Desa Geger, longsor di jembatan Dusun Munggur, Desa Nglurup serta titik longsor di jalan Dusun Duldampit, Desa Nglurup.

Material tanah longsor yang menimpa badan jalan tersebut panjangnya hingga mencapai 30 meter, dengan ketebalan antara 1 hingga 1,5 meter.

Baca juga: 3 Desa di Kecamatan Watulimo Trenggalek Terdampak Longsor dan Pohon Tumbang

"Tadi itu rekomendasinya, besok akan didatangkan alat berat untuk membersihkan material longsor," jelasnya.

Sementara itu longsor dengan volume kecil yang ada di perkampungan, hari ini mulai dilakukan pembersihan oleh masyarakat secara gotong-royong

Sementara itu Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, membenarkan adanya bencana tanah longsor itu. Dari data sementara yang masuk ke Pemkab Tulungagung, desa yang terdampak paling parah terdampak adalah Desa Nglurup.

"Paling parah di Desa Nglurup Sendang, jalannya tertutup longsoran, jembatan putus, tiang listrik ambruk," jelasnya.

Selain itu sekitar 270 kepala keluarga di Desa Nglurup, terisolasi akibat timbunan material longsor yang menutup badan jalan.

Pihaknya berjanji akan segera mengambil langkah strategis guna mempercepat pemulihan pasca bencana. Proses percepatan penanganan dampak longsor juga melibatkan PLN, guna memulihkan kondisi jaringan listrik yang rusak.

"Jadi, hujan dua hari berturut-turut ini, menyebabkan jalan, jembatan putus, kemudian prasarana lain penerangan, saluran, tiang listrik roboh. Ada wilayah yang terisolir," imbuhnya.

(fat/fat)