Kasus COVID-19 di Bangkalan Terus Naik, Food Court Dijadikan Tempat Isolasi

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 20:42 WIB
Kasus COVID-19 di Bangkalan, Madura terus naik. Tercatat, ada 599 kasus COVID-19 aktif di Bangkalan.
Forkopimda Jatim di food court di Kantor Badan Wilayah Pengembangan Suramadu (BPWS), Bangkalan/Foto: Istimewa
Surabaya -

Kasus COVID-19 di Bangkalan, Madura terus naik. Tercatat, ada 599 kasus COVID-19 aktif di Bangkalan.

Pemprov Jatim mengambil sejumlah langkah alternatif untuk mengatasi lonjakan pasien COVID-19. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pemprov akan segera mengoperasikan area food court di Kantor Badan Wilayah Pengembangan Suramadu (BPWS) di Bangkalan, untuk menjadi tempat isolasi.

Tempat itu disiapkan bagi warga yang terkonfirmasi positif hasil penyekatan Suramadu. "Kalau PCR-nya positif, dilihat kalau OTG maka akan dirujuk di Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura (RSLI). Kalau ada gejala, dirujuk ke 6 rumah sakit penyangga," ujar Khofifah, Rabu (16/6/2021).

Khofifah juga mengungkapkan, di BPWS terdapat 8 area food court, namun yang siap difungsikan sebanyak dua food court. Masing-masing food court bisa menampung 100 pasien, dan akan dioperasikan pada Kamis (17/6).

Gedung pusat informasi BPWS tersebut, sejak Senin (14/6) sudah dijadikan pusat karantina dari hasil penyekatan Suramadu, yang hasil swab antigen-nya positif. Kemudian mereka akan dilanjutkan dengan mengikuti swab PCR.

Dengan opsi ini, Khofifah berharap bisa merelaksasi beban RS penyangga di Surabaya, seperti RSLI yang menerima pasien OTG.

"Jadi bisa melakukan isolasi untuk 200 pasien yang terkonfirmasi swab PCR positif. Ini menjadi fleksibel bagi warga yang dalam proses penyekatan ini terkonfirmasi swab PCR-nya positif, maka mereka punya opsi dirawat diisolasi di sini (food court BPWS)," tambahnya.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto juga menambahkan, food court di BPWS adalah tempat tambahan yang akan digunakan untuk tempat isolasi, bagi pasien COVID-19 hasil penyekatan wilayah Bangkalan, Madura.

"Kekuatan, kalau nanti sudah jadi semua, ada 600 untuk pasien, kemudian ada satu gedung untuk tenaga dokter dan tenaga kesehatan, perawat, dan satu gedung lagi untuk tenaga keamanan dan kantor," ujarnya.

Suharyanto berharap, food court BPWS dapat segera dioperasikan. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan satu ruko di wilayah Bangkalan, milik salah satu warga untuk dijadikan tempat isolasi.

"Ada milik salah satu warga Bangkalan yang rela meminjamkan untuk dipakai sebagai tempat karantina bagi warga Bangkalan, yang kemudian ada terindikasi terinfeksi virus Corona," imbuhnya.

Ia menambahkan, Satgas COVID-19 Jatim dan Satgas COVID-19 Bangkalan telah berupaya maksimal untuk menyiapkan tempat yang cukup, apabila ada penambahan kasus yang signifikan.

(sun/bdh)